Kisah (Sukses) Poligami Ustadz M Arifin Ilham (2)

11
25625

Lanjutan dari Kisah (Sukses) Poligami Ustadz M. Arifin Ilham

Ketiga, cara yang amat baik (ahsan)

Setelah membulatkan niat karena Allah Ta’ala dan Rasulullah, beliau melakukan shalat Istikharah. Maka untuk semakin memantapkan niatnya, beliau pun bermusyawarah. Bukan hal yang mudah, karena beliau meminta izin kepada kedua orang tua, istri pertama, dan kedua mertuanya.

Izin kepada orang tua kandung itu baru didapatkan setelah tiga bulan. Beliau memberikan pemahaman, rayuan, dan juga alasan yang logis sebab sunnah memang sangat logis dan tidak bertentangan dengan logika sehat mana pun.

Begitupun izin yang beliau sampaikan kepada istri dan mertuanya. Qadarullah, lantaran niat yang benar, mereka semua mengizinkan. Hingga pernikahan berkah itu dilangsungkan pada tahun 2010.

Kehidupan Poligami

Pertanyaan berikutnya, bagaimana menjalani kehidupan poligami? Apakah ada masalah? Bagaimana menyikapi persoalan yang timbul? Pembagian nafkah? Bisakah berlaku adil?

Pertama, masalah sudah pasti ada. Tetapi, tutur pendakwah yang kini menetap di Sentul Jawa Barat ini, “Jika disikapi dengan bijak, masalah bisa semakin membuat kita saling mencintai.” Memang, masalah tidak bisa dihindari. Apalagi, jika boleh dikatakan, keseluruhan hidup adalah masalah yang bisa meninggikan atau merendahkan derajat manusia di sisi Allah Ta’ala, tergantung bagaimana menyikapinya.

Kedua, tidak ada yang bisa adil. Beliau mengatakan, “Rasulullah pun tidak bisa berlaku adil terkait perasaan kepada istri-istrinya.” Maka, lanjutnya, “Beliau selalu berdoa, ‘Ya Allah, inilah yang bisa kulakukan. Sesungguhnya keadilan sejati hanyalah milik-Mu’ setiap hendak menggilir istri-istrinya.”

Terkait hal ini, Ina (panggilan istri kedua ustadz Arifin) mengatakan, “Semuanya kembali kepada keimanan kita. Apalagi terkait giliran. Selama kita (istri-istrinya) ridha, insya Allah tidak masalah.”

Pasalnya, kedua istrinya ini suka menghadiahkan giliran kepada yang lainnya. Jika tiba giliran istri pertama, sosok dengan panggilan Yuni ini sering berkata, “Kakak ke adik (istri pertama) aja deh…” Begitupun sebaliknya. Duh, indahnya…

Ketiga, pendidikan dan canda. Sebagaimana disebutkan di awal, dai yang memiliki suara khas ini mengumpulkan dua istrinya setiap malam Jum’at untuk memperdalam ajaran agama Islam. Dari aktivitas itulah, mereka bisa senantiasa memperbarui komitmen keislaman yang bisa semakin menumbuhkan cinta antara mereka.

Selain itu, keluarga juga tidak bisa sepi atau hambar dari canda. Sebagai contoh, ketika beliau bersama istri pertama, maka istri kedua akan menggoda dengan mengatakan, “Nostalgia nih ye…” Sedangkan jika bersama istri kedua, istri pertama akan balas mencandai, “Ayang (panggilan manja pengganti ‘Sayang’) lagi pacaran nih ye…”

Satu hal yang penting dicatat, kedua istri beliau tinggal di rumah yang sama. Baru berpindah rumah akhir-akhir ini setelah anak hasil cinta mereka bertambah.

Ah, rasa-rasanya, jika semua pelaku poligami bersikap sebijak ini, pembaca juga pingin nyusul ya? 😀 [Pirman/Kisahikmah]

11 COMMENTS

  1. Dalam hukum syariat islam, seorang isteri tidak bisa mengajukan cerai dgn alasan jika suaminya menikah lagi. Ini bukan syarat yg diperbolehkan. Neraka atau bukan, jelas perceraian itu tak bisa terjadi. Dan Jelas hukumnya bahwa berpoligami bukan suatu kesalahan bukan juga dosa. Sunnah yg berarti memilik pahala jika dilakukan, dan bernilai ibadah jika dilakukan dgn benar. Berdosa jika dilakukan dgn kezaliman, jika tidak bisa melakukan adil terhadap isteri2nya. Apa itu ADIL? Inilah yg harus dipelajari jika ingin berpoligami. Layaknya seorang yg ingin melakukan sholat hendaklah ia melakukan sesaui dgn rukun sholat itu sendiri. Melakukan poligami hendaklah berilmu. Berilmu dulu baru beramal.
    Poligami membuktikan keadilan hukum Allah. Allah sebagai Al Hakim.

  2. Kurniawan, jangan mempublikasikan atau membesar2kan bahwa poligami itu sunnah yg sebaik dilakukan kalo kita berilmu. jujur, mayoritas poligami sumber penderitaan krn kita tdk selevel nabi. Kasihan anak2 krn tdk ada seorangpun anak yg bangga dgn bapaknya yg punya istri muda banyak.Kalau memang menurut anda poligami itu bagus maka kami mendoakan semoga semua anak perempuan atau saudara perempuan anda menjadi istri ke2, ke3 atau ke4. InsyaAllah keinginan anda di ijabahNya….
    Aamiin…

    • mohon menyampaikan yg cerdas bapak..statemen bapak ko seperti nda setuju dgn sunnah yg diperbolehkan..pa hrs bedakan yg namanya poligami atau diselingkuhi..itu jelas beda..poligami selama istri ikhlas silahkan saja..bapak nanti bicara seperti itu siapa tau kejadian di keluarga bapak..makanya hrs bisa bersikap arif..

    • Betul sekali…mmang adil gampaang adil materi mungkin hampir sama adil tapi adil batin mana mungkin…….yg tau hati lkita masing masing gaa adil ngaku adil jg bisa dr pd di cerai

  3. Suami yg mau menikah lg, kemudian istrinya tidak ridho, maka sang suami harus nurut sama istrinya.

    Karna poligami, itu hukumnya sunnah, sedangkan mempertahankan keutuhan rumah tangga, itu hukumnya WAJIB.

    dahulukan yg wajib, kemudian yg sunnah….

  4. Sunnah yg dimaksud di sini bukan hukum islam kawan2 sesama muslim yg trhormat… sunnah untuk poligami itu artinya “sesuatu yg pernah dilakukan mabi” sunnah menurut bahasa betarti jalan (jln yg pernah ditempuh seseorang). Tolong dibedakan yaa… ada sunnah, ada sunah, ada sunat (yg ketiga cuma bercanda) intinya mikir!

    Lagian poligaminya nabi itu sama wanita2 yg harus ditolong kegidupan dan kehormatannya, bukan asal memperbanyak istri. Jgn sampai nafsu bercokol dalam kepala bersorban..

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here