Kisah Rasulullah Disihir Orang Yahudi Lubaid bin A’sham

0
Kisah rasulullah disihir
ilustrasi buhul sihir

Kisah Rasulullah disihir orang yahudi ini ditolak oleh sebagian ulama. Di antaranya adalah Syaikh Muhammad Abduh. Namun banyak ulama yang membenarkannya karena bersumber dari hadits shahih riwayat Imam Bukhari dan Imam Muslim.

Sihir telah ada sejak lama, sejak zaman nabi-nabi terdahulu. Di zaman Rasulullah, sihir juga ada. Dalam Surat Al Falaq, Allah menuntun kita untuk berlindung kepadaNya dari sihir. Dan tidaklah Allah menuntun berlindung dari sesuatu yang tidak ada.

Rasulullah disihir oleh orang Yahudi bernama Lubaid bin A’sham. Ia adalah penyihir Yahudi terhebat. Sihir itu tidak berpengaruh pada akal dan jiwa Rasulullah, juga tidak mampu membunuh beliau. Namun, Rasulullah kadang merasa telah mendatangi istrinya padahal tidak.

Rasulullah tahu dirinya disihir setelah diberitahu oleh malaikat. Beliau juga diberitahu di mana Lubaid menyimpan media sihirnya lalu Rasulullah mengambil media itu dan memerintahkan sahabat untuk menimbun sumur tersebut.

Baca juga: Kisah Habil dan Qabil

Hadits Kisah Rasulullah Disihir

Berikut ini salah satu hadits yang berisi kisah Rasulullah disihir orang Yahudi:

Aisyah radhiyallahu ‘anha mengatakan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah disihir hingga beliau beranggapan bahwa dirinya telah mendatangi istri-istrinya, padahal tidak. Sufyan (salah seorang perawai hadits ini) mengatakan bahwa sihir tersebut merupakan sihir yang paling keras, jika pengaruhnya demikian.

Lalu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

يَا عَائِشَةُ أَعَلِمْتِ أَنَّ اللَّهَ قَدْ أَفْتَانِى فِيمَا اسْتَفْتَيْتُهُ فِيهِ ، أَتَانِى رَجُلاَنِ فَقَعَدَ أَحَدُهُمَا عِنْدَ رَأْسِى ، وَالآخَرُ عِنْدَ رِجْلَىَّ ، فَقَالَ الَّذِى عِنْدَ رَأْسِى لِلآخَرِ مَا بَالُ الرَّجُلِ قَالَ مَطْبُوبٌ . قَالَ وَمَنْ طَبَّهُ قَالَ لَبِيدُ بْنُ أَعْصَمَ ، رَجُلٌ مِنْ بَنِى زُرَيْقٍ حَلِيفٌ لِيَهُودَ ، كَانَ مُنَافِقًا . قَالَ وَفِيمَ قَالَ فِى مُشْطٍ وَمُشَاقَةٍ . قَالَ وَأَيْنَ قَالَ فِى جُفِّ طَلْعَةٍ ذَكَرٍ ، تَحْتَ رَعُوفَةٍ ، فِى بِئْرِ ذَرْوَانَ

Hai Aisyah, tahukah engkau bahwa Allah telah memberiku nasihat tentang masalah yang aku telah memohon petunjuk dariNya. Dua orang lelaki datang kepadaku, yang salah seorangnya duduk di dekat kepalaku, sedangkan yang lainnya duduk di dekat kakiku.

Maka orang yang ada di dekat kepalaku berkata kepada temannya, “Mengapa lelaki ini?” Ia menjawab, “tekena sihir.” Orang yang di dekat kepalaku bertanya, “Siapakah yang telah menyihirnya?” Ia menjawab, “Lubaid bin A’sham, seorang laki-laki dari Bani Zuraiq teman sepakta orang-orang Yahudi, dia adalah seorang munafik.”

Yang berada di dekat kepalaku bertanya, “Dengan apa?” Ia menjawab, “Sisir dan rambut.” Yang berada di dekat kepalaku bertanya, “Ditaruh di mana?” Ia menjawab, “Di dalam mayang kurma jantan di bawah sebuah batu di dalam Sumur Dzarwan.”

Aisyah melanjutkan kisahnya, bahwa Rasulullah kemudian mendatangi sumur tersebut dan mengeluarkannya. Kemudian beliau bersabda:

هَذِهِ الْبِئْرُ الَّتِى أُرِيتُهَا ، وَكَأَنَّ مَاءَهَا نُقَاعَةُ الْحِنَّاءِ ، وَكَأَنَّ نَخْلَهَا رُءُوسُ الشَّيَاطِينِ

Inilah sumur yang diperlihatkan kepadaku dalam mimpiku. Airnya seakan-akan seperti warna pacar (merah) dan pohon-pohon kurmanya seakan-akan seperti kepala-kepala setan.

Kemudian benda itu dikeluarkan dan dikatakan kepada beliau, “Tidakkah engkau membalikkannya?” Rasulullah menjawab:

أَمَا وَاللَّهِ فَقَدْ شَفَانِى ، وَأَكْرَهُ أَنْ أُثِيرَ عَلَى أَحَدٍ مِنَ النَّاسِ شَرًّا

Ingatlah, demi Allah, sesungguhnya Allah telah menyembuhkan diriku. Dan aku tidak suka menimpakan suatu keburukan terhadap seseorang.

Surat Al Falaq dan Surat An Nas

Dalam riwayat yang lain disebutkan bahwa kisah ini adalah asbabun nuzul turunnya Surat Al Falaq dan An Nas. Yakni setelah Rasulullah disihir orang Yahudi tersebut, maka Allah menurunkan dua surat itu. Namun, riwayat ini ditolak oleh Ibnu Katsir dan beliau menguatkan pendapat bahwa Surat Al Falaq dan An Nas adalah surat makkiyah, bukan madaniyah.

Baca juga tafsir lengkapnya: Surat An Nas

Yang lebih kuat adalah, dua surat itu merupakan surat makkiyah. Saat Rasulullah terkena sihir di Madinah, beliau pun membaca dua surat tersebut yang memang merupakan dua surat perlindungan sebagaimana sabda beliau:

يَا ابْنَ عَابِسٍ أَلَا أَدُلُّكَ أَوْ قَالَ أَلَا أُخْبِرُكَ بِأَفْضَلِ مَا يَتَعَوَّذُ بِهِ الْمُتَعَوِّذُونَ قَالَ بَلَى يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ وَ قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ هَاتَيْنِ السُّورَتَيْنِ

“Wahai Ibnu Abbas, maukah kamu aku tunjukkan –atau maukah kamu aku beritahu- sesuatu yang paling baik digunakan untuk berlindung?” Ibnu Abbas menjawab, “Iya wahai Rasulullah.” Beliapun bersabda: “Qul a’udzu birabbil falaq dan Qul a’udzu birabbin nas, dua surat ini.” (HR. An Nasa’i; shahih)

Kisah Rasulullah disihir ini bukan mengurangi kemuliaan beliau dan tidak bertentangan dengan kema’shuman beliau. Sebab sihirnya tidak berpengaruh pada jiwa beliau dan risalah yang dibawanya. Justru kisah ini menunjukkan bahwa sihir itu ada, Allah melindungi RasulNya dan Allah-lah tempat berlindung dari segala bahaya. [Muchlisin BK/Kisahikmah]

Berita sebelumyaKisah Ajaib Ulama Menemukan Kertas Bertuliskan Nama Allah
CEO BedaMedia Grup, Inspirator di Trustco Gresik, Sekretaris Yayasan (Pendidikan) Al Ummah