Kisah Pemuda Yaman Tolak Ajakan Zina Mahasiswi Amerika

0
Pemuda Yaman - ilustrasi © bersamadakwah.com

Kita sangat mengagumi Nabi Yusuf yang menolak rayuan istri pejabat Mesir. Kita mungkin juga telah membaca kisah Atha’ bin Yasar yang menolak rayuan seorang wanita cantik saat berada di Abwa’. Melihat kokohnya iman mereka, mungkin sebagian kita berkomentar, Yusuf adalah Nabi sedangkan Atha’ adalah tabi’in. Nabi dijaga Allah, tabi’in adalah muridnya para sahabat, orang-orang pilihan.

Mungkin diantara kita ada yang tak percaya jika ada pemuda zaman sekarang yang digoda wanita cantik, punya kesempatan melakukannya saat itu juga, tetapi ia malah menolak dan lari dari wanita tersebut. Tapi percayalah, masih ada pemuda-pemuda seperti itu. Salah satunya adalah Isham As Syar’abi, seorang mahasiswa Yaman yang tinggal di Arizona.

Kisah ini terjadi pada tahun 2012. Saat itu, Isham tengah menempuh pendidikan di sebuah perguruan tinggi di Amerika Serikat (AS). AS dikenal sebagai negara yang cukup bebas membiarkan para pemudanya berhubungan dengan lawan jenis di luar pernikahan, asalkan suka sama suka. Bukan suatu hal yang aneh jika dua sejoli yang sedang pacaran tidur bersama. Atau seorang mahasiswi mendatangi seorang mahasiwa untuk merayunya lalu sang mahasiswa dengan senang hati memenuhi permintaan penuh hasrat itu.

Isham tinggal di sebuah apartemen. Teman-temannya tahu tempat tinggal Isham itu. Bukan hanya teman laki-laki, tetapi juga teman perempuan alias mahasiswa dari fakultas yang sama.

Suatu hari di bulan Mei 2012, seperti biasa, Isham sendirian di apartemennya. Tiba-tiba Isham dikejutkan dengan datangnya tamu tak diundang. Lima mahasiswi sefakultas datang ke apartemen Isham. “Ada perlu apa?” Isham bertanya-tanya.

Tidak banyak dialog antar mereka. Begitu lima mahasiswi ini masuk ke ruang apartemen Isham, mereka kemudian mengunci pintu. Tentu saja Isham terkejut. Tetapi belum hilang keterkejutannya, ia semakin terkejut dengan aksi lima mahasiswi tersebut. Mereka melepas pakaiannya masing-masing dan mengajak Isham beradegan ranjang.

Untungnya, Isham memiliki iman yang kuat. Kekuatan iman itulah yang membuat Isham menyadari dosa besar yang datang mengancamnya melalui lima mahasiswi tersebut. Ia menolak, dan mencari cara bagaimana secepatnya kabur dari tempat itu. Sebab kelima mahasiswi tersebut tidak main-main. Mereka telah mengunci pintu sehingga Isham tak bisa keluar dari kamar tersebut.

Alhamdulillah, Allah menolong Isham. Isham mendapatkan ide untuk melompat dari jendela demi menghindari godaan lima mahasiswi tersebut. Tak butuh waktu lama, Isham pun segera melompat melewati jendela itu.

Tentu saja melompat jendela bukan tanpa resiko. Isham tahu itu. Tetapi jika ia bertahan di kamarnya, bisa-bisa ia luruh termakan godaan atau akhirnya tak bisa berbuat banyak dipaksa mereka berlima. Karenanya Isham segera melompat melewati jendela itu.

Setelah berhasil keluar apartemen melalui jendela, Isham segera menuju pos polisi dan melaporkan kejadian yang baru saja ia alami. Polisi kemudian berhasil menangkap lima mahasiswi tersebut. Dan rupanya, mereka telah beberapa kali mencoba merayu Isham, tetapi Isham selalu menolaknya. Subhanallah… [Tim Redaksi Kisahikmah.com]

Berita sebelumyaKisah Wanita Masuk Islam Gara-gara CD
Berita berikutnyaKisah Kejujuran Mubarak Berbuah Cinta Lahirkan Ulama