Kisah Memilukan; Saya Hafizh al-Qur’an, Istriku Selingkuh

29
56660

Ini sebuah kisah nyata yang terjadi satu tahun lalu. Seorang suami, hafizh al-Qur’an 30 juz. Sang lelaki asal Sumatera. Istrinya dari Ibu Kota Jakarta. Lantaran terpukul hatinya, ia menceraikan istrinya yang selingkuh. Bagaimana asal mula perselingkuhan terlaknat itu? Semoga Allah Ta’ala melindungi keluarga kita dari bisikan setan yang amat terkutuk.

Fulan, sebut saja demikian, sangat berbahagia dengan pernikahannya. Semua terasa indah dalam cinta yang penuh keberkahan, pernikahan. Kedua anak Adam ini bisa memadu kasih dengan pujaan hatinya, tanpa batas, sepanjang waktu. Bahkan, apa yang mulanya haram dan menjijikkan, setelah akad nikah menjadi ibadah unggulan, kegemaran Nabi dan orang shalih, cicipan nikmat surga, terganjar sedekah, dan menjadi sarana kelangsungan generasi.

Bahagia semakin penuh ketika cinta keduanya membuahkan anak. Empat orang. Lucu-lucu, baik-baik, shalih/shalihah. Alhamdulillah, Allah Ta’ala memang tak pernah ingkar janji. Dia memberikan keberkahan kepada siapa yang menikah karena-Nya.

Tetapi memang, setan tidak akan pernah ridha dengan kebaikan yang dilakukan oleh anak Adam. Setan dan bala tentaranya akan mengerahkan semua kemampuan untuk menjerumuskan manusia ke dalam kesesatan yang berujug neraka. Maka, mereka pun menyusun makar untuk memisahkan kedua insan yang tengah memadu kasih ini.

Mulanya via jejaring sosial. Si istri terhubung dengan teman-teman sekolahnya. Mulai sekolah tingkat menengah hingga teman-teman kuliahnya. Hingga, “Mas,” ujarnya suatu ketika, “aku ingin bekerja. Bosan di rumah.” Apalagi, si wanita ini memang lulusan sarjana. Pikirnya, mubadzir jika sarjana hanya di rumah, mengurus anak dan suami.

Mulanya pula, sang suami tidak mengizinkan. Sebagai imam, suami masih bisa mencukupi kebutuhan hidup satu istri dan anak-anaknya. Tetapi, lama-kelamaan, karena kasihan melihat istrinya bosan di rumah, ia pun memberikan izin kepada bidadarinya itu untuk keluar rumah. Bekerja.

Dari sanalah petaka bermula. Kenal banyak orang. Bertemu dengan teman-teman masa sekolah dan kuliahnya. Sering berinteraksi dengan lawan jenis atas nama urusan kantor. Hingga…

Sang suami mendapat panggilan via telepon genggamnya. Dari pihak keamanan. Dia diminta segera menghadap. Ada urusan amat penting. Meski bingung, sang suami bergegas. Di tengah perjalanan, pikiran dan hatinya sibuk menerka-menerka. Pikirnya, ia tak pernah melanggar hukum. Semuanya keluarganya juga baik-baik.

Bagai disambar petir di malam gulita, ia melihat istrinya di sebuah sudut penjara. Sosok yang amat dibanggakannya itu menangis. Lalu berlari, setelah dikeluarkan setelah dikeluarkan dari penjara, menghampiri suaminya. Diciumlah kaki sang imam dalam rumah tangganya itu.

Di sudut lain, ia melihat lelaki yang lebih tampan, gagah, dan tinggi dibanding dirinya. Menyesakkan dada. Menyayat hati. Lelaki itu dan istrinya digrebek di sebuah hotel. Entah, apa yang terjadi di kamar penuh laknat itu.

Maka sepulangnya, meski amat berat. Ia mantap jatuhkan cerai. Empat anaknya diasuh oleh sang suami. Pasalnya, setelah setahun masa perceraian, lelaki shalih yang mendapat ujian berat ini mengaku masih mengingat semua kenangan indah di rumah itu. Kenangan manis bersama pujaan hati yang menjadi cinta pertama.

La haula wa la quwwata illa billah. Na’udzubillah. Si istri bukan wanita sembarangan. Atas didikan suaminya, wanita yang tergelincir ini memiliki hafalan 56 surat dalam al-Qur’an. Na’udzubillahi minasy-syaithanir-rajiim. [Pirman/Kisahikmah]

Ditulis ulang secara bebas dari Kisah Nyata

29 COMMENTS

  1. Bahkan, apa yang mulanya haram dan menjijikkan, setelah akad nikah menjadi ibadah unggulan, “kegemaran Nabi dan orang shalih”

    Maaf saya agak sedikit mengernyitkan dahi atas cara bahasa penulis. Dan bertanya2 drmana dpt refferensi kalimat ini ?

    • bro Eko dibagian bawah udh di cantumkan direct linknya.. silahkan ente klik “Kisah Nyata” warna biru. Ditulis ulang secara bebas dari “Kisah Nyata”. Untuk Pirman Bahagia (author) Terimakasih udah berbagi info & ibrahnya

  2. Ceritanya menarik…hnya kpleset bikin judul. Penulis/penutur adalah org pertama (berada dlm cerita) dg mnggunakan kata “Saya”, tp pada isinya penulis adalah orang ketiga (di luar cerita)…mana yg bener?

  3. Inna Sholata tanha anil Fakhsya’i wal Mungkar.. sesunguhnya Sholata itu dp mencegah dr perbuatan keji dan Mungkar.. tp Sholat yg Amalanya bagaiman dl donk.. Jd Hafal Qur’an tp tdk mengamalkanya jg akan membawamu pd perbuatn keji dan Mungkar.. begitu jg Sholat yg hanya Sholat” an. Marilah kita sama”merenubgkan dan saling mengingatkan. Salam

  4. Yang nulis cerita ini agak aneh ..pd penggalan kalimat diatas tdi…sepertinya dia maniak seks…lalu menggambarkan para nabi dan orang2 soleh begitu juga…saya berfikir orang ini penganut sekte syi’ah…karena sangat mengagungkan maslah seks….

  5. Gk ada unsur pendorong.. sperti motivasi .. crita inu melemahkan semangat…. penggunaan bahasa juga ambigu…hapus aja… gak manfaat.. mnghancurkan keimanan bagi pemula seperti kami

  6. Udah lama tapi masih ada juga, pilihlah kalimat yg bagus, kalimat… kegemaran Nabi dan orang sholeh… jelek konotasinya. Belum lagi ssorang hafidz istri nya selingkuh walaupun ada jelek juga efek nya, belum lagi kalau itu hanya fiktif.

  7. hapal Qur’an itu sesuatu yang mulia,karena memuliakan kitab suci,meskipun hapal Qur’an merupakan satu bagian dari syiar Islam yang terdiri dari 3 pilar utama:
    1.bisa membaca dengan benar ayat2 Qur’an,hafal tentunya luar biasa
    2.memahami maksud ayat2nya,pemahaman sering tdk bisa secara langsung ,perlu hadist dan kajian
    3.YANG PALING BERAT:MENGAMALKAN,MENCONTOHKAN PADA UMMAT
    Maksud dari kasus di atas: suami jenis yang soleh,koq tega2nya istrinya zina dan kepergok langsung
    Ya zina kan tdk kenal lapis dan derajat sosial masyarakat,bisa istri ustad,bisa istri konglomerat,bisa istri tukang ojek juga.
    Kembali pada zina si istri,benar cerai tindakan pas,suami tdk kena dalil dayyuts,istri menjadi janda bergelar janda zina,istri dijandakan karena zina,ini gelar serendah-rendahnya wanita di masyarakat,cibiran,laknat,ejekan yang terjadi merupakan hukuman karena pelanggaran norma di masyarakat ,dia harus terima apakah ikhlas atau tidak terserah dirinya saja.
    Seandainya saja dia sdh tobat,sdh solehah lagi,lalu ada laki2 mau memperistrinya,katakan memang yang diminati laki2 itu adalah janda,maka ada pilihan :janda cerai mati,janda krn dianiaya suami,janda tdk mau dimadu,janda krn suami impoten,percayalah,janda zina ini prioritas terbawah dari pilihan.
    Apakah calon suami tdk menyelidiki dahulu mengapa seorang perempuan menjadi janda? Silakan semua laki2 yg lebih memakai nalar dibanding emosi menjawab.

  8. Para penghafal atau orang yg sdg berusaha menghafal Al Quran bisa menghafal krn diri dan panca inderanya terjaga, baik laki2 maupun perempuan.
    Maaf, kyaknya memang agak janggal kalau kisah ini benar2 terjadi..

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here