Kisah Khalifah Harun ar-Rasyid dan Segelas Harta

2

Sebanyak apa pun harta yang dimiliki, ada yang lebih utama; syukur. Harta hanyalah satu pelengkap dari sekian banyaknya komponen penyusun kebahagiaan. Bahkan, dalam banyak cerita, harta bisa menjadi sarana ketergelinciran sebab disikapi dengan kesombongan, penimbunan, dan bermewah-mewahan.

Hanya orang-orang terpilihlah yang dikaruniai harta, kemudian menggunakannya dengan amat baik sehingga menjadi sarana untuk mendapatkan nikmat yang lebih besar. Dalam sebuah episode hidupnya, ada kisah tentang Khalifah Harun ar-Rasyid yang kaya raya, tapi ia memahami bahwa nilai kekayaannya tak lebih dari segelas air yang diminum.

Dikisahkan beliau tengah menempuh perjalanan jauh dengan medan yang sukar dan panas nan menyengat. Dalam perjalanan itu, ikutlah salah satu penasihatnya yang bernama Ibnu as-Samak. Ialah orang shaleh yang bijak dalam menyikapi soalan hidup.

Sebab terik semakin menyengat, keringat makin bercucuran, kekuatan pun berkurang secara signifikan, maka Khalifah memerintahkan agar rombongan melakukan rehat sejenak. Dalam rehat itu, sang Khalifah memanggil Ibnu as-Samak.

“Berikan aku segelas air,” sang Khalifah memulai percakapan.

“Apakah Baginda mengetahui manfaatnya sehingga meminta segelas air untuk hilangkan dahaga?” tanya Ibnu as-Samak.

“Betul,” jawab sang Khalifah singkat.

Setelah minum, dan sejenak melepas lelah serta penat, Ibnu as-Samak menyampaikan sebuah tanya yang tak biasa, “Wahai Baginda,” ujarnya, “jika air yang barusan Baginda minum berada dalam perut selama beberapa hari dan tak bisa dikeluarkan, baik lewat keringat, atau buang hajat, apakah yang akan Baginda lakukan?”

“Tentu saja, aku akan berusaha untuk mengeluarkannya,” jawab sang Baginda.

“Meskipun untuk mengeluarkannya harus mengorbankan semua harta yang Baginda miliki?” lanjut Ibnu as-Samak.

“Iya,” pungkas sang Khalifah.

Kemudian, Ibnu as-Samak menyampaikan kesimpulan, “Jika demikian, berarti banyak dan melimpahnya harta Baginda tidak lebih berharga dari segelas air putih yang baru saja diminum.”

Dan, sang Khalifah pun mengangguk, lalu melanjutkan perjalanan.

Sahabat, ada harga yang amat mahal atas kesehatan yang Allah Ta’ala berikan. Bahkan, jika dikurskan dengan recehan rupiah, satu organ tubuh atau fasilitas yang kita dapatkan gratis dari Allah Ta’ala, nilainya bisa menyentuh angka ratusan juta bahkan milyaran rupiah.

Maka, mari mensyukuri setiap nikmat yang Allah Ta’ala berikan. Alhamdlillah… [Pirman]

Berita sebelumyaKisah Umrah Gratis dan Uang Tunai Delapan Juta
Berita berikutnyaWahai Rasulullah, Aku Telah Berzina

2 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.