Kisah Kematian yang Membuat Buluk Kuduk Anda Berdiri

0
sumber gambar: www.creteplus.gr

Ada dua jenis kematian. Kematian pertama bisa membuat Anda tersenyum dan iri kepadanya. Kematian kedua amatlah menakutkan. Jangankan iri, bulu kuduk Anda bahkan bisa sertamerta berdiri saat mendengar proses dan kisahnya.

Kematian yang membuat buluk kuduk Anda berdiri ini bukan dongeng. Bukan pula cerita bohong. Ialah sebuah kepastian lantaran yang mengisahkannya secara langsung adalah Allah Ta’ala dan termaktub di dalam al-Qur’an suci yang mustahil terdapat kekeliruan dan dusta di dalamnya.

“Alangkah dahsyatnya jika sekiranya kamu melihat saat orang zhalim berada di dalam tekanan-tekanan sakaratul maut.” (Qs. al-An’am [6]: 93)

Simaklah ayat ini dengan hati yang dipenuhi iman. Bukan hanya kesakitan menjelang kematian, tapi berada dalam lingkupan tekanan dan seluruh kesulitan-kesulitannya.

“… dan para malaikat membentangkan tangannya…” (Qs. al-An’am [6]: 93)

Imam Ibnu Katsir mengartikannya dengan memukul. Sedangkan Imam adh-Dhahhak dan Abu Shalih Rahimahumallahu Ta’ala berkata, “Para malaikat membentangkan tangan seraya meyiksa mereka.”

Malaikat yang bertugas mencabut nyawa orang kafir, fasiq, dan munafiq menyertakan kabar ‘gembira’ berupa azab, belenggu, rantai, neraka jahannam, air panas yang bergejolak, dan murka dari Allah Ta’ala.

“Oleh karena itu,” jelas Imam Ibnu Katsir Rahimahullahu Ta’ala dalam Tafsir al-Qur’an al-Azhim, “nyawanya bergejolak di dalam jasad dan sangat enggan keluar darinya. Kemudian malaikat memukulinya sehingga arwah tersebut keluar darinya (jasad).”

Para malaikat memukuli orang kafir kala sakaratul maut dengan mengatakan,

“Keluarkanlah nyawamu! Pada hari ini, kamu dibalas dengan siksaan yang amat menghinakan karena kamu senantiasa mengatakan terhadap Allah (perkataan) yang tidak benar.” (Qs. al-An’am [6]: 93)

Di hari sakaratul maut itu, masih merujuk kepada penjelasan Imam Ibnu Katsir Rahimahullahu Ta’ala, mereka benar-benar dihinakan sehina-hinanya lantaran telah mendustakan Allah Ta’ala, enggan mengikuti dan percaya kepada janji-jani-Nya yang amat pasti, dan angkuh terhadap seruan kebenaran yang disampaikan oleh Rasulullah Shallalahu ‘Alaihi Wa sallam yang suci nan mulia.

Ya Allah, berikanlah kemudahan kepada kami saat sakaratul maut sebagaimana kemudahan yang engkau berikan kepada Nabi dan orang-orang shalih setelahnya. Ya Allah, selamatkanlah kami dari siksa kubur dan siksa neraka. Ya Allah, ampuni dan maafkan kami saat kelak dihisab. Aamiin.

Wallahu a’lam. [Pirman/Kisahikmah]

Berita sebelumya2 Hal yang Sangat Dikhawatirkan Rasulullah tapi Digemari Umat Akhir Zaman
Berita berikutnyaRahasia Kemuliaan KH Maimoen Zubair yang Jarang Diketahui Publik