Kisah Istri Shalihah, Wafat Setelah Shalat Dhuha

0
ilustrasi @vk
ilustrasi @vk
ilustrasi @vk

Istri shalihah adalah perhiasan paling indah bagi orang beriman. Istri shalihah adalah sebaik-baik perhiasan dunia. Ialah sosok wanita yang taat kepada Allah Ta’ala, melakukan sunnah Rasulullah Saw dan berbakti kepada suami dalam ketaatan. Saat suami berada dalam salah, istri shalihah senantiasa mengingatkan.

Istri shalihah bukanlah sosok malaikat yang tak pernah bersalah, ia adalah wanita yang senantiasa bersemangat memperbaiki dirinya dalam berbagai situasi dan kondisi. Dalam setiap jenak kehidupan, kesibukannya adalah perbaikan kebaikan. Tak ada waktu yang berlalu sia-sia dalam kamus kehidupan seorang istri shalihah.

Istri shalihah senantiasa berbakti kepada suaminya. Ia memahami bahwa bakti tersebut adalah salah satu tiket surga yang tak tergantikan dengan amal apa pun selainnya. Saat suami berada dalam gelimang salah, dosa dan maksiat, seorang istri shalihah tidak pernah meninggalkan suaminya, bahkan ia semakin mendekat seraya mendoakan dan mengingatkan.

Ketika musim haji tahun lalu, seorang suami mendapat ujian dari Allah Ta’ala. Ia sering mengalami penyiksaan oleh sosok yang tidak dikenal,hampir setiap hari. Diakui oleh suami tersebut, hal itu karena ia menyimpan banyak qadam berupa mantra-mantra.

Saking seringnya ‘menghilang’ di Tanah Suci dan kemudian pulang ke penginapan dengan kondisi badan remuk karena dipukuli, sang istri pun berinisiatif untuk selalu menggandeng suaminya itu. Sampai suatu ketika, dalam kerumunan jama’ah haji lain, sang istri merasa ditarik oleh sosok tak terlihat tersebut, dan tiba-tiba suaminya menghilang dari gandengannya. Sore harinya, sang suami sudah berada di depan peginapan dengan kondisi tubuh lebam karena pukulan benda tumpul, hampir di sekujur tubuhnya.

Beruntung, sang istri senantiasa setia mendoakan dan mengingatkan suaminya. Hingga akhirnya, keduanya pulang ke Tanah Air dengan selamat. Sepulangnya di Indonesia, wanita ini semakin menunjukkan kelasnya sebagai istri yang shalihah.

Kesetiaan dan bakti sang istri di Tanah Suci tersebut amatlah membekas dalam benak sang suami. Hingga suatu ketika, sang suami mengalami guncangan kejiwaan lantaran kepergian istrinya itu.

Pagi itu, seperti biasa sang istri bangun sebelum subuh. Selepas melaksanakan ibadah wajib dan sunnah, ia bergegas menyiapkan sarapan untuk suaminya. Dilanjutkan dengan membersihkan rumah, mencuci pakaian, dan sebagainya.

Selepas merampungkan semua pekerjaan rumah, sang istri mendirikan shalat Dhuha. Itu adalah amalan sunnah yang biasa dilakukan olehnya. Entah berapa rakaat didirikan, tak ada yang menyangka bahwa inilah shalat Dhuha terakhir baginya. Sesaat setelah melepas pakaian shalat, ia terbaring dengan lembut, kemudian mengembuskan nafas yang terakhir.

Innalillahi wa inna ilahi raji’un. Demikianlah nasihat bernama kematian. Ia datang sekonyong-konyong, tanpa permisi atau membuat janji. Selepas itu, karena cintanya kepada sang istri, suami yang dulu pernah diuji di Makkah amat terpukul peraaannya. Ia hampir tidak percaya, betapa teganya sang istri meninggalkannya, padahal istrinya adalah sosok yang paling peduli padanya ketika di dunia ini, demikian pikirnya. [Pirman]

Berita sebelumyaBeginilah Wahyu Terberat yang Diterima Rasulullah
Berita berikutnyaIngin Dapat Bidadari Spesial? Lakukan Amal Ini