Masih Malas Ibadah? Lihatlah Capaian 4 Orang Hebat Ini

0
sumber gambar: www.treta.com.br

Saat malas mampir ke dalam diri, pasti ada sesuatu yang tidak beres. Bisa masalah ruhani yang tak diselesaikan. Bisa juga masalah pikiran yang menumpuk dan tak kelar-kelar. Atau kondisi fisik yang memang kurang memungkinkan untuk bergegas dalam kebaikan.

Saat malas tengah bergelayut manja itu, ada banyak kiat yang bisa kita lakukan untuk mengusirnya. Di antara sekian banyak kiat tersebut, salah satu yang paling utama adalah membaca dan menghayati kehidupan orang-orang shalih. Dengan mengisntal semangat mereka ke dalam diri, insya Allah semangat ibadah kita akan bertambah berlipat-lipat.

Jika masih malas ibadah, cobalah tengok kehidupan Imam Malik bin Anas Rahimahullah. Sosok penulis kitab hadits al-Muwatha’ ini sudah diberikan otoritas untuk memberikan fatwa di usia delapan belas tahun. Ketika umurnya dua puluh satu tahun, beliau sudah mulai duduk mengajar dengan jumlah murid tak terhitung dari kalangan orang-orang shalih masa itu.

Saat usia delapan belas atau dua puluh satu tahun, apa prestasi kita hingga masih bermalas-malasan?

Ketika diri dihampiri malas, cobalah cermati kehidupan Imam Muhammad bin Idris asy-Syafi’i. Sosok yang madhzabnya paling  banyak diikuti di Indonesia ini, kelar menghafal al-Qur’an al-Karim di usia tujuh tahun. Dua atau tiga tahun setelahnya, beliau telah berhasil menghafal dan menguasai semua hadits di dalam kitab al-Muwatha’ tulisan gurunya, Imam Malik bin Anas.

Saat tujuh atau sepuluh tahun itu, apa yang sudah kita lakukan? Apa yang sudah kita hafal?

Tatkala kemalasan menyergap diri kita, cobalah baca kehidupan Imam Ahmad bin Hanbal. Sosok penulis kitab Musnad ini mulai belajar hadits di usia enam belas atau tujuh belas tahun. Beliau belajar dengan sungguh-sungguh hingga mengalami ujian berat atas ulah zalim rezim penguasa kala itu.

Tatkala berada di usia enam belas atau tujuh belas tahun, apa yang mulai kita pelajari dengan serius dan bermanfaatkah ia untuk kehidupan akhirat kita?

Apabila rasa enggan menyergap diri ini untuk bergegas menuju Allah Ta’ala, cobalah pula berkenalan dengan Imam Abu Hanifah. Beliau yang mulanya tidak belajar agama, atas nasihat Imam asy-Sya’bi langsung mencari guru. Setelah itu, beliau mewakafkan seluruh waktunya untuk belajar ilmu fiqih dari banyak orang alim masa itu.

Masihkah kita bermalas-malasan setelah membaca sekelumit sejarah hidup empat orang hebat ini? Padahal antara kita dan mereka, jarak surganya amatlah jauh.

Wallahu a’lam. [Pirman/Kisahikmah]

Berita sebelumyaSusah Kendalikan Nafsu Syahwat? Baca Penjelasan Ini dengan Hati
Berita berikutnyaBiasakan 4 Amalan Ini, Surga untuk Anda!