Tidak Jadi Didoakan Nabi, Amalan Ini Menjadikan Wanita Penderita Ayan Masuk Surga

0
3389

Kepada sahabat mulia Atha’ bin Abi Rabah, sahabat mulia Abdullah bin Abbas berkata, “Maukah aku tunjukkan kepadamu seorang wanita ahli surga?”

“Tentu saja,” jawab Atha’.

Abdullah bin Abbas pun menunjukkan seorang wanita yang berkulit hitam. Dahulu, wanita yang menderita penyakit ayan (gila) ini pernah mendatangi Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam seraya mengisahkan kondisinya.

“Saya menderita penyakit ayan,” adu si wanita kepada Nabi.

Ketika penyakit ayan tersebut menyerang, aurat si wanita sering terbuka. Hal itulah yang mendorongnya untuk mendatangi Nabi untuk minta didoakan.

“Aurat saya terbuka karenanya (ketika penyakit ayannya kambuh). Karena itu, doakanlah aku.” pinta si wanita.

Bermaksud memberikan pengajaran yang berharga bagi si wanita dan umatnya sampai akhir zaman, Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam tidak lekas mendoakan wanita penderita penyakit ayan ini.

Nabi justru memberinya satu wasiat penting tentang sebuah amalan yang jika dikerjakan maka pelakunya berhak menjadi ahli surga.

“Jika bersabar, engkau berhak mendapatkan surga.” tegas Nabi.

“Akan tetapi,” lanjut manusia mulia ini, “jika engkau tetap ingin kudoakan, aku akan berdoa kepada Allah Ta’ala agar menyembuhkan penyakitmu.”

Mendengar tawaran nan berharga itu, sang wanita mengurungkan niatnya untuk didoakan.

“Aku bisa bersabar.” terangnya.

Namun, ia merasa berdosa ketika auratnya terbuka tanpa disadari saat penyakit ayannya kambuh. Sehingga ia tetap minta didoakan oleh Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam agar auratnya tetap tertutup saat penyakit itu kambuh.

“Doakanlah kepada Allah Ta’ala agar auratku tidak terbuka.” pintanya penuh harap.

Ada begitu banyak kemuliaan, keagungan, dan rahasia di balik ujian yang diberikan Allah Ta’ala kepada hamba-hamba-Nya. Siapa yang mampu menjalaninya dengan kesabaran penuh, ada surga yang menanti sebagai balasan yang paling pasti.

Riwayat yang dishahihkan oleh Imam Al-Bukhari dan Imam Muslim dan dinukil oleh Imam AN-Nawawi Rahimahumullahu Ta’ala dalam Riyadhush Shalihin ini juga mengandung pelajaran amat berharga terkait pentingnya menjaga aurat dari pandangan orang asing.

Lantaran terbuka tanpa sadar, wanita itu tidak mendapatkan dosa atas hal tersebut. Namun didorong oleh semangat menjaga kesucian diri lahir dan bathin, wanita itu tetap berupaya sesuai kemampuan terbaiknya agar aurat tersebut tetap tertutup ketika penyakit ayannya kambuh.

Tidakkah kita malu ketika membuka aurat dengan suka rela dalam keseharian ketika wanita penderita ayan yang dijamin masuk surga itu begitu menjaganya? [Kisahikmah]