Begini Cara Mengetahui Apakah Kita Diingat Allah atau Tidak

0
3257
sumber gambar: www.islamarticles.net

Betapa bahagianya seorang murid yang selalu diingat kebaikannya oleh gurunya. Sang Guru mengisahkan murid terbaiknya di banyak kelas, dalam interaksinya dengan murid-muridnya yang lain. Saat tiba di rumah, Guru juga menuturkan perihal murid kesayangannya itu kepada anggota keluarganya.

Selalu begitu, di mana pun sang Guru bermajlis atau mengajar.

Betapa senangnya pula seorang guru yang selalu diingat kebaikannya oleh para muridnya. Sang Guru menjadi buah bibir para murid di banyak kesempatan. Para murid menghormati, menyukai, dan berusaha meneladani kebaikan-kebaikan gurunya, baik dalam tutur kata maupun tindakan dan kesehariannya yang lain.

Tak ada satu pun murid berkumpul, kecuali membincangkan dan menelaah petuah atau meneladani gurunya.

Tak kalah bahagianya ialah seseorang yang diingat-ingat oleh kekasih pujaan hatinya; suami atau istri-istrinya. Sang suami menjadi teladan bagi istrinya dalam setiap bulir kalimat dan detail tindakan. Begitu pula para istri yang selalu dipuji secara tulus oleh suaminya terkait pelayanan, ketaatan, dan kehidupan keseharian dengan pujian yang dibenarkan tanpa berlebih-lebihan untuk membagikan kebaikan dan nikmat Allah Ta’ala yang diberikan kepadanya.

Begitu seterusnya; nikmatnya rakyat yang selalu diingat oleh pemimpin-dan sebaliknya, syukur dan bahagianya anak yang senantiasa diingat oleh orang tua-begitu pula sebaliknya, dan seterusnya.

Lantas, bagaiamana bahagianya seorang hamba yang selalu diingat Allah Ta’ala? Bagaimana caranya agar seorang hamba layak diingat oleh Allah Ta’ala Yang Mahakuasa? Bagaimana pula cara mengetahui, apakah saya dan pembaca sekalian termasuk hamba yang Diingat oleh Allah Ta’ala atau justru sebaliknya?

“Sungguh aku mengetahui saat Allah Ta’ala mengingatku,” tutur Tsabit Al-Bunani.

“Bagaimana caranya engkau mengetahui hal itu?” tanya seseorang kepada tabi’in ahli zuhud dan ahli ibadah ini.

“Tatkala aku mengingat-Nya, Dia Ta’ala Mengingatku.” Tegas Al-Bunani seperti dikutip Syeikh Abu Bakar Al-Thurthusy Al-Andalusy dalam Al-Ma’tsurat mengutip dari Thabaqat Al-Auliya’, Thabaqat Al-Shufiyah, dan Hilyah Al-Auliya’.

Bukankah Allah Ta’ala yang menegaskan bahwa Dia Mengingat hamba-hamba yang ingat (berdzikir) kepada-Nya seperti disebutkan dalam surat Al-Baqarah [2] ayat 152?

Tentu dengan makna mengingat yang berbeda dengan makhluk-Nya. Mengingat yang tak selalu berlawanan dengan melupakan karena Dia berbeda dengan seluruh makhluk-Nya.

Ingatlah Allah, pasti Allah Ta’ala mengingat kita. [Mbah Pirman/Kisahikmah]

SHARE
Previous articleTahu Makanan Imam Ahmad, Penguasa Sadar Tak Bisa Menundukkannya
Next articleRajin Dzikir tapi Hati Masih Keras? Ini Solusinya