Kesaksian Mencengangkan Pakar Tafsir Dunia tentang Hasan al-Banna dan Ikhwanul Muslimin

0
sumber gambar: robertobrumat.wordpress.com

Kepada Ustadz Abdul Halim Mahmud yang merupakan salah satu petinggi organisasi pergerakan Islam yang lahir di Mesir ini, Syeikh Tantawi Jauhari yang merupakan pakar tafsir dunia menyampaikan kesaksiannya, mengapa ia bersimpati dan bergabung dengan Hasan al-Banna dan Ikhwanul Muslimin untuk memperjuangkan tegaknya Islam di muka bumi.

Syeikh Tantawi merupakan ulama kenamaan yang masyhur di seantero dunia dan bermadzhab syafi’i. Sementara Hasan al-Banna hanya seorang pemuda, bahkan organisasi bentuknya dicurigai oleh berbagai kalangan yang merasa terganggu.

Tidak tanggung-tanggung, Syeikh Tantawi mendatangi Hasan al-Banna untuk melakukan klarifikasi. Beliau bertanya tentang manhaj dakwah Ikhwanul Muslimin. “Kemudian,” aku Syeikh Tantawi, “ia (Hasan al-Banna) menerangkan dakwahnya dan aku mendapati bahwa dakwahnya tidak keluar dari Kitab Allah Ta’ala dan Sunnah Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam.”

Setelah pertemuan itu, beliau dengan hati bersih dan pikiran yang benderang memutuskan untuk bergabung dengan jamaah Ikhwanul Muslimin.

Sebagai wujud hormat dan patuh kepada ulama’, Hasan al-Banna segera mendatangi Syeikh Tantawi untuk menyerahkan tampuk kepemimpinan organisasi dakwahnya itu. “Wahai Ustadz, Engkaulah guru kami dan semua orang di Mesir ini. Engkaulah Hakimul Islam. Aku melihat, Engkau lebih berhak menduduki kepemimpinan di dalam dakwah ini. Ini tanganku. Aku siap berbai’at kepadamu.” ujar Hasan al-Banna, haru dan tulus.

“Tidak, wahai Shahib ad-Da’wah. Engkau lebih mampu dan lebih pantas untuk memikul beban dakwah ini. Ini tanganku (berbai’at kepadamu).” jawab Syeikh Tantawi, rendah hati.

Dalam perjalanan dakwah, lantaran kecerdasan dan kepakarannya, Syeikh Tantawi terpilih sebagai Pemimpin Redaksi dalam majalah milik organisasi Ikhwanul Muslimin. Rupanya, jabatan ini dijadikan cela oleh orang-orang yang tidak menyukai Ikhwanul Muslimin untuk menyerang beliau.

“Mengapa Anda mau bergabung dengan organisasi  yang didirikan oleh seorang anak muda dan hanya dijadikan sebagai Pemimpin Redaksi? Padahal, Anda merupakan ulama’ besar dan syeikh yang agung.” kata orang-orang, meremehkan.

Mendengar pertanyaan tersebut, Syeikh Tantawi hanya tersenyum dan menanggapi dengan  meyakinkan. “Jika Anda tahu dan kenal siapa Hasan al-Banna, pastilah Anda akan lebih dahulu bergabung dengan Ikhwanul Muslimin daripada saya. Sayangnya,” pungkas Syeikh yang mahir berbahasa Inggris dan menguasai banyak makna ayat tentang sains ini, “Anda tidak mengetahui siapa Hasan al-Banna.”

Demikian inilah di antara cermin agung dari sebuah peradaban. Orang-orang berilmu senantiasa sejuk, pun saat menjawab atau menghadapi kontroversi.

Wallahu a’lam. [Pirman/Kisahikmah]

Sumber: Majalah Dakwah Islam Al-Intima’ Edisi 069

Berita sebelumya[Kisah Nyata] Keajaiban Istighfar yang Membuat Anda Tercengang
Berita berikutnya6 Kewajiban Hati bagi Para Pelaku Tasawuf