Jika Tidak Berhukum dengan Hukum Allah…

0

Di dalam surat al-Maidah [5], Allah Ta’ala menyebutkan julukan (hukum, predikat) yang Dia sematkan bagi orang-orang yang tidak berhukum dengan apa yang diturunkan oleh-Nya. Dia menjelaskannya di dalam ayat 44, 45, dan 47 surat yang bermakna Hidangan ini.

Ayat 44

Allah Ta’ala berfirman,

وَمَن لَّمْ يَحْكُم بِمَا أَنزَلَ اللَّهُ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الْكَافِرُونَ

“Barang siapa yang tidak memutuskan menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itulah orang-orang yang kafir.”

Ayat ini diawali dengan pujian Allah Ta’ala kepada kitab Taurat yang merupakan petunjuk dan cahaya bagi umat-umat Yahudi. Sayangnya, mereka ingkar dan menjualnya dengan harga yang sedikit, kecil, dan sangat remeh. Sedangkan bagian terakhir dalam ayat ini (Barangsiapa yang tidak memutuskan menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang kafir), sebagaimana disebutkan oleh Imam asy-Sya’bi, “Ayat ini diturunkan Allah Ta’ala kepada kaum Muslimin.”

Sedangkan ‘Ali bin Abi Thalhah menafsirkannya dengan mengutip sabda Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dari ‘Abdullah bin ‘Abbas, “Barang siapa mengingkari apa yang diturunkan oleh Allah Ta’ala, berarti ia benar-benar telah kafir. Barang siapa mengakui tetapi tidak menjalankannya, maka ia zalim lagi fasik.” (Hr. Imam Ibnu Jarir ath-Thabari)

Ayat 45

وَمَن لَّمْ يَحْكُم بِمَا أَنزَلَ اللَّهُ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الظَّالِمُونَ

“Barang siapa tidak memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itulah orang-orang yang zalim.”

Secara khusus, ayat ini ditunjukkan bagi kaum Yahudi yang mengingkari hukum qishah. Mereka menerapkan qishah semau nafsunya (tebang pilih), dan menggantinya dengan diyat sesuai maunya. Terkait sifat zalim ini, Imam Ibnu Katsir mengatakan, “Karena mereka tidak berlaku adil kepada orang yang dizalimi dalam perkara yang telah diperintahkan oleh Allah Ta’ala untuk ditegakkan keadilan dan tidak memberlakukan secara sama di antara semua umat manusia. Mereka menyalahi perintah tersebut dan berbuat zalim.”

Sedangkan Thawus dan ‘Atha’ menuturkan, “Yaitu kezaliman yang tidak sampai kepada kekufuran.”

Ayat 47

وَمَن لَّمْ يَحْكُم بِمَا أَنزَلَ اللَّهُ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الْفَاسِقُونَ

“Barang siapa tidak memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang fasik.”

Awal ayat ini menjelaskan kelakuan sebagian Yahudi umat Nabi ‘Isa ‘Alaihis salam yang mengingkari ajaran Injil. Tetapi, makna dalam kalimat ini-secara umum-berlaku juga untuk kaum Muslimin.

Imam Ibnu Katsir menjelaskan, “Yaitu orang-orang yang keluar dari ketaatan kepada Allah Ta’ala, cenderung kepada kebatilan, dan meninggalkan kebenaran.”

Semoga Allah Ta’ala memberikan kekuatan kepada kita untuk berhukum dengan apa yang diturunkan-Nya. Semoga Allah Ta’ala melindungi diri kita semua dari predikat kafir, zalim, dan fasik. Aamiin. Wallahu a’lam bish shawwab. [Pirman/Kisahikmah]

Berita sebelumyaDua Pezina Yahudi yang Membohongi Nabi
Berita berikutnyaTiga Tanda Kebodohan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.