Tolak Sabda Nabi, Laki-laki Ini Tak Kuasa Angkat Tangannya

0
sumber gambar: wismatemputubontang

Tiada manusia yang lebih tepat perkataannya selain Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam. Beliaulah sosok yang senantiasa jujur dan benar dalam berkata, bertindak, maupun memberikan persetujuan. Saking ampuhnya, tiada satu kalimat pun yang Nabi sampaikan melainkan terbukti kebenarannya.

Salah satunya sebagaimana termaktub dalam kitab Shahih Muslim. Diriwayatkan oleh Imam Muslim, Imam ad-Darimi, Imam Abd Hamid, Imam Ibnu Hibban, dan Imam ath-Thabrani, karena menentang nasihat Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam seorang laki-laki tak kuasa mengangkat tangannya.

Siang itu, Nabi yang mulia kedatangan tamu. Beberapa orang sahabat dan laki-laki yang bukan sahabat Nabi. Beliau mempersilakan seluruh tamunya untuk rehat, kemudian disuguhi makanan. Para tamu makan dengan lahap, apalagi mereka yang memahami betapa berkahnya makanan yang disediakan oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam.

Ketika tamunya tengah menikmati hidangan, Nabi yang mulia melihat satu sosok laki-laki yang makan dengan tangan kirinya. “Makanlah dengan tangan kananmu.” perintah Nabi, tegas.

“Aku tidak bisa.” jawab si laki-laki. Menolak.

“Kamu tidak akan bisa. Tiada yang menghalangimu, kecuali kesombongan.” ujar Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam.

Beberapa detik setelah Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam bersabda, sebagaimana dituturkan oleh Salma bin Akwa, “Setelah itu, Busr (nama laki-laki yang makan dengan tangan kiri) tidak bisa mengangkat tangannya sampai ke mulutnya.”

Terkait nama si laki-laki, sebuah pendapat menyebutkan bahwa dia adalah Busr bin Ra’i. Sedangkan pendapat lainnya memilih untuk tidak menyebutkan nama laki-laki tersebut karena dia datang dengan sekelompok sahabat Nabi yang mulia.

Sebagai jalan tengah, Imam Ibnu Hajar al-Asqalani berpendapat, dia bukan sahabat Nabi, meski datang bersama para sahabat.

Dalam riwayat agung ini terdapat hikmah agung terkait akhlak kepada Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam. Lebih dari sekadar anjuran Nabi untuk makan menggunakan tangan kanan, hikmah lain yang tak kalah agungnya adalah terkait larangan berlaku sombong. Ialah menolak kebenaran hanya lantaran nafsu.

Busr, seharusnya memilih mengikuti perintah dan anjuran Nabi untuk tidak menggunakan tangan kiri saat memasukkan makanan ke dalam mulut. Namun, didorong oleh sifat sombong yang bersemayam di hatinya, dia menolak perintah Nabi hingga benar-benar tak bisa mengangkat tangannya sampai ke mulut.

Wallahu a’lam. [Pirman/Kisahikmah]

Berita sebelumya10 Kiat Hilangkan Penyakit Dengki
Berita berikutnya[Kisah Nyata] Zinai Saudara Ipar