Jika Lakukan Ini, Anda Seperti Hantu Berlarian di Hutan pada Malam Hari

0
ilustrasi @bloc.elracodeleslabors.com

Allah Ta’ala berfirman dalam salah satu hadits qudsi, “Wahai Anak Adam, janganlah engkau takut terhadap kekuasaan selama kekuasan-Kulah yang abadi. Dan kekuasaan-Ku tidak akan pernah habis.

Wahai Anak Adam, jangan takut dari sempitnya harta sedangkan harta-Ku banyak. Dan harta-Ku tidak akan pernah habis.

Wahai Anak Adam, Aku menciptakanmu untuk beribadah. Maka janganlah bermain-main. Dan Aku telah menjamin rezekimu, maka janganlah lelah. “

Lelah dalam hal ini adalah lelah raga. Hendakanya seorang hamba mencari rezeki sesuai dengan kemampuaan terbaik, lalu hati tetap bertawakkal kepada Allah Ta’ala. Siapa yang bertawakkal kepada Allah Ta’ala, Dia akan mencukupi semua kebutuhannya.

Allah Ta’ala melanjutkan Firman-Nya dalam hadits qudsi ini, “Demi kekuasaan dan kemuliaan-Ku, jika engkau ridha terhadap ketentuan-Ku atasmu, maka akan Aku bahagiakan jiwa dan ragamu. Dan Kucatat engkau sebagai hamba yang bersyukur.

Dan jika engkau tidak ridha terhadap ketentuan-Ku atasmu, demi kekuasaan-Ku dan kemuliaan-Ku, Aku akan menjadikan kesusahan dunia atasmu. Dan kau berlari mengejar dunia seperti hantu-hantu berlarian di hutan pada malam hari. Kemudian kamu tidak akan mendapatkan apa pun, kecuali apa yang Aku tetapkan atasmu.”

Waspadalah. Jangan sekali pun bertindak sebodoh golongan ini. Ia terlihat lelah. Pergi pagi pulang petang. Semua upaya dikerahkan. Membanting tulang. Memeras keringat. Namun lihatlah, tatkala ada satu hal yang luput, Allah Ta’ala memasukkan golongan ini dalam kelompok orang yang celaka.

Ia diibaratkan seperti hantu yang berlari di hutan pada malam hari.

“Wahai Anak Adam, Aku telah menciptakan langit dan bumi. Dan Aku sama sekali tidak merasa kesusahan. Apakah susah bagi-Ku untuk mengatur rezekimu?

Wahai Anak Adam, jangan tanya kepada-Ku mengenai rezeki hari esok sebagaimana Aku tidak bertanya kepadamu mengenai amalmu esok hari.

Wahai Anak Adam, sesungguhnya aku mencintaimu, maka atas hak-Ku ini, jadilah hamba yang mencitai-Ku.”

Sibukkan diri dengan amal. Jangan khawatirkan rezeki. Khawatirkanlah ketaatan yang ala kadarnya. Khawatirkanlah bekal akhirat yang jauh dari makna sempurna. Khawatirkan dan tangisilah dosa yang senantiasa bertambah.

Jangan sibuk meminta rezeki, tapi ibadah dilalaikan.

Wallahu a’lam. [Pirman/Kisahikmah]

Berita sebelumya6 Sebab Kematian yang Buruk (2)
Berita berikutnyaBeragama Tapi Celaka