Jika Lakukan Ini, Doa Anda Pasti Ditolak

2
ilustrasi kakek berdoa (takrim-alquran.org)

Dalam sebuah riwayat yang masyhur dan disepakati keshahihannya oleh banyak Imam ahli hadits, Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bertutur tentang seorang musafir yang berdoa, tapi pasti ditolak. Kepada musafir itu, Nabi mengatakan, “Bagaimana mungkin doanya akan dikabulkan?”

Apakah sebabnya doa sang musafir dijamin ketertolakannya? Berhati-hatilah. Jangan sampai kita mengalami nasib serupa.

Padahal, sebagaimana dijelaskan oleh Salim A. Fillah dalam Lapis-lapis Keberkahan, laki-laki ini memiliki empat keutamaan yang menjamin keterkabulan doanya; dalam kondisi bepergian, sedang berpuasa, terzhalimi, dan mengangkat tangannya kepada ar-Rahman.

Akan tetapi, keempat sebab terkabulnya doa ini bisa dikalahkan oleh satu hal; makanan yang tidak halal. Sebagaimana lanjutan sabda Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, “Bagaimana mungkin doanya akan dikabulkan,  sementara makanannya haram, yang dikenakan pun haram.”

Sebagai salah satu penjelasannya, Rasulullah Shallallhu ‘Alaihi wa Sallam menjelaskan bahwa Allah Ta’ala adalah zat yang Mahasuci dan hanya menerima segala sesuatu yang baik. Jika tidak memenuhi syarat tersebut, maka jaminannya adalah ditolak.

Betapa riwayat ini membuat kita tenang sekaligus khawatir. Tenang sebab mengetahui sebab terkabul dan tertolaknya doa, tapi khawatir karena tingginya tingkat kesukaran untuk mendapatkan yang halal di zaman akhir ini.

Bahkan semua yang terlihat halal menyimpan potensi haram, baik karena campuran komposisi yang haram secara tersembunyi tapi disengaja, prosesnya yang salah, atau cara mendapatkannya. Amat sukar.

Makanan di sekitar kita yang mengandung daging, misalnya, dibayangi dengan campuran daging tikus, anjing, atau babi yang mustahil diteliti setiap kali kita menghajatkannya ketika merasa lapar akut di jalan. Ayam-ayam goreng yang banyak dijual di berbagai tempat juga memiliki potensi haram sebab dicampur dengan ayam mati kemarin, atau cara penyembelihan yang bertentangan dengan syariat Islam.

Pun dengan kosmetik, berbagai jenis makanan yang mengepung di sekitar kehidupan kita tanpa ampun, dan banyak lagi kebutuhan sehari-hari lainnya.

Hanya kepada Allah-lah kita berserah diri seraya berusaha dengan kemampuan terbaik, dan meminta ampun atas ketidaktahuan dan kelemahan diri ini. Semoga Allah Ta’ala memberikan kekuatan kepada kita untuk mengetahui yang halal, dan memuaskan diri dengannya. Semoga Dia juga menjauhkan kita dari segala jenis syubhat dan segala yang haram. Aamiin. [Pirman/Kisahikmah]

Berita sebelumyaKeberanian Para Sahabat Nabi
Berita berikutnya‘Rakusnya’ Imam Syafi’i Saat Bertamu di Rumah Imam Ahmad

2 KOMENTAR

  1. Memilih makanan yang halal memang menjadi keharusan bagi kita sebagai muslim. Tapi seandainya setelah kita selektif menghindari yang haram, masih juga memakan makanan yang haram karena alasan ketidaktahuan, insha Allah hal itu tidak menjadi dosa.
    Wallahu wa’ lam bishshowaab…

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.