Jauhi Tujuh Hal yang Membinasakan

2

Jika terkait perintah kita diberi kemudahan untuk mengerjakan sesuai dengan kemampuan terbaik, maka terkait larangan; kita harus menjauhi dan meninggalkannya secara totalitas, tanpa tapi. Maka hindarilah tujuh hal yang membinasakan ini, sebagaimana dinasihatkan oleh Rasulullah dalam hadits riwayat Imam al-Bukhari dan Muslim.

Sekutukan Allah

Inilah dosa terbesar; yang tidak diampuni, kezhaliman yang besar, dan bukti kebodohan seseorang. Orang yang syirik kepada Allah Ta’ala disebut bodoh, sebab ia seperti bekerja dibayar oleh si Fulan, namun ia memberikan hasil pekerjaannya kepada Fulan yang lain.

Allah-lah yang menciptakan, menghidupkan, mencukupi semua kebutuhan dan kelak mematikan kita; lalu pantaskah bagi kita untuk beribadah dan menuruti perintah selain-Nya, kemudian menjalankan apa yang amat dilarang oleh-Nya?

Sihir

Siapa yang mengerjakan sihir, maka ia telah menjalin kerja sama dengan setan. Sihir merupakan salah satu amalan keji yang pelakunya ditolak amalan shaleh yang dikerjakannya. Setan sebagai satu-satunya duta dan pembisik sihir, adalah musuh utama kaum muslimin yang harus dijauhi, sejauh-jauhnya.

Membunuh

Yang dimaksud ialah membunuh jiwa yang diharamkan oleh-Nya. Sedangkan membunuh musuh-musuh Allah Ta’ala di dalam jihad, amat dianjurkan dan kelak mendapatkan pahala yang banyak di akhirat. Jiwa yang diharamkan dibunuh adalah jiwa kaum muslimin yang telah mengikrarkan syahadat. Dengan syahadat itu, kaum muslimin wajib melindunginya.

Riba

Semoga Allah Ta’ala melindungi kita dari amalan yang buruk ini. sebuah perbuatan buruk yang dosanya memiliki tujuh puluhan cabang, dan yang terendah seperti menggauli ibu kandungnya. Kelak, mereka yang memakan riba juga dimasukkan ke dalam neraka dengan dilempari batu-batu ketika mereka berlari menuju tepi neraka.

Memakan Harta Anak Yatim

Dalam harta anak yatim ada ujian yang berat. Kita dibolehkan memanfaatkan harta anak yatim yang berada dalam perwalian kita, tetapi harus sesuai kebutuhan dan jika kita termasuk orang-orang yang miskin dan tak kuasa mengupayakan rezeki.

Memakan harta anak yatim secara zhalim diibaratkan seperti memasukkan api ke dalam perut seseorang.

Lari dari Medan Jihad

Lari dari medan jihad adalah salah satu sifat orang munafik. Orang-orang beriman tidak akan melakukan hal ini, sebab mereka amat menghendaki syahid di jalan Allah Ta’ala. Maka jihad adalah jalan juangnya, dan syahid adalah cita-cita tertingginya.

Memfitnah Wanita Mukminah

Fitnah yang dimaksud dalam ayat ini adalah mengatakan sesuatu yang tidak sesuai dengan faktanya. Yang dimaksud dalam hadits ini adalah memfitnah wanita mukminah baik-baik dengan fitnah bahwa mereka melakukan perbuatan keji (zina). Padahal, sebab imannya, wanita-wanita mukminah itu tidak berniat sedikit pun untuk melakukan perbuatan keji yang difitnahkan kepadanya itu.

Semoga Allah Ta’ala melindungi kita dari ketujuh sifat keji yang menghinakan ini. Aamiin. [Pirman]

Berita sebelumyaAdakah Bencana Lebih Besar dari Yang Kualami?
Berita berikutnyaTerhapusnya Amal 70 Tahun karena Satu Keburukan

2 KOMENTAR

  1. Dibaca dulu nan cermat y a’
    Mksd kalimat itu DOSA riba diibaratkn seperti menggauli ibu kandung
    bwt admin mohon diberi penjelasan hadits atau dalilnya karena itu perkara besar
    Jazakumullah

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.