Ingin Dapat Bidadari Spesial? Lakukan Amal Ini

0
ilustrasi (HDWallpaper)

Allah Maha Pemurah dan Penyayang. Diantara bentuk kasih sayangNya kepada hamba, Dia menyediakan pahala berlipat ganda untuk setiap amal shalih yang ikhlas dilakukan. Dia juga memberikan keutamaan untuk masing-masing amal. Keutamaan amal yang satu berbeda dengan keutamaan amal lainnya.

Ada amal yang keutamaannnya adalah pengampunan dosa. Ada amal yang keutamaanya adalah masuk surga dari pintu tertentu. Ada amal yang keutamaannya adalah ia disuruh untuk memilih bidadari surga yang mana saja yang ia kehendaki. Ia berhak mendapatkan bidadari spesial.

Amal apakah itu? Rasulullah menjelaskan dalam haditsnya:

مَنْ كَظَمَ غَيْظًا وَهُوَ يَسْتَطِيعُ أَنْ يُنَفِّذَهُ دَعَاهُ اللَّهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ عَلَى رُءُوسِ الْخَلاَئِقِ حَتَّى يُخَيِّرَهُ فِى أَىِّ الْحُورِ شَاءَ

“Barangsiapa yang menahan amarahnya, padahal ia mampu untuk melampiaskannya, maka Allah Subhanahu wa Ta’ala akan memanggilnya di depan para makhluk pada hari Kiamat, lalu ia disuruh memilih bidadari yang ia kehendaki” (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi. Tirmidzi mengatakan bahwa hadits ini derajatnya hasan)

Inilah amal yang keutamaannya adalah disuruh memilih oleh Allah Azza wa Jalla dari sekian banyak bidadari. Karena seluruh bidadari itu cantik, seluruh bidadari itu indah, maka bidadari pilihan adalah bidadari yang spesial.

Kapan ia disuruh memilih? Ustadz Farid Dhofir menjelaskan bahwa peristiwa tersebut terjadi di padang mahsyar. Jadi saat banyak manusia khawatir dengan nasibnya, orang yang bisa menahan marah padahal ia mampu untuk melampiaskannya, dipanggil oleh Allah, diumumkan di depan seluruh makhluk dan disuruh memilih bidadari.

Tentu merupakan kebanggaan tersendiri ketika seseorang diumumkan mendapatkan prestasi di hadapan orang banyak. Dan yang terjadi pada hadits ini, yang menyaksikan bukan hanya orang banyak tapi seluruh manusia. Dan yang memberikan hadiahnya adalah Allah Subhanahu wa Ta’ala. Benar-benar sebuah keutamaan yang membanggakan.

Lalu, mudahkah menahan marah padahal mampu melampiaskannya? Pada prakteknya, karakter semacam ini sulit. Mudah diucapkan, namun hanya sedikit orang yang mampu melakukannya.

Ambillah contoh seseorang yang dihina orang yang lebih rendah jabatannya dari dirinya, lebih miskin dari dirinya, lebih tidak berilmu dibandingkan dirinya. Karena hinaan itu, kemarahan muncul dalam dirinya. Sebenarnya ia sangat mudah memarahi orang tersebut atau membalas hinaannya bahkan langsung menghukumnya. Namun, pada saat seperti itu ia mampu menahan marah. Di situlah keistimewaannya.

Apakah kita bisa mempraktikannya? Semoga bisa, dan semoga mendapatkan keutamaan memilih bidadari yang paling disuka. [Muchlisin BK/kisahikmah.com]

Berita sebelumyaKisah Istri Shalihah, Wafat Setelah Shalat Dhuha
Berita berikutnyaKisah Reza NOAH Keliling Dakwah setelah Konser
CEO BedaMedia Grup, Inspirator di Trustco Gresik, Sekretaris Yayasan (Pendidikan) Al Ummah