Imam Hasan al-Bashri; Jika Diingatkan Neraka, Seakan Neraka hanya Tercipta Untuknya

0
sumber gambar: zubairitrainer.com

Tabi’in yang sezaman dan senegara dengan Imam Ibnu Sirin (Baca: Imam Ibnu Sirin; Tabi’in yang Tubuhnya Lumpuh saat Ingat Mati) ini merupakan ulama yang faqih, zuhud, shalih, dan surgawi. Siapa pun yang melemparkan pandangan ke wajah beliau, akan teringatlah ia kepada Allah Ta’ala.

Lantaran ingatannya kepada Allah Ta’ala itu pula, Imam Hasan al-Bashri dan orang-orang sekelasnya senantiasa diingat Allah Ta’ala sehingga namanya harum dalam perbincangan orang shalih lintas zaman, hingga Hari Kiamat.

“Apabila datang,” aku Yunus bin Ubaid, “dia seperti orang yang bangkit dari kuburnya. Apabila duduk, dia tak ubahnya seseorang yang akan ditebas lehernya. Dan jika diingatkan tentang neraka, seakan-akan neraka hanya tercipta untuknya.”

Imam Hasan al-Bashri senantiasa terdepan dalam amal. Beliau duduk dengan tenang, rendah hati, dan sibuk dengan dzikir kepada Allah Ta’ala. Tatkala perbincangan sampai pada soalan surga, beliau merasa tak layak menghuninya, meski tetap berharap agar dimasukkan ke dalamnya. Sebaliknya, saat membicarakan neraka, beliau merasa sekan-akan tempat siksa itu hanya ditujukan kepadanya.

Inilah di antara teladan keshalihan yang kian langka itu. Orang-orang baik selalu merasa belum baik hingga tidak lelah memperbaiki diri. Orang-orang shalih senantiasa merasa banyak dosa, hingga senantiasa bertaubat dan bergegas memperbaiki diri di sepanjang masa hidupnya.

Amat berkebalikan dengan orang dungu yang mengaku pandai, atau manusia pandir banyak dosa yang sok suci dan merasa layak diwarisi surga.

“Saat memasuki kediaman Hasan al-Bashri,” tutur Asy’ats bin Abdillah, “kami merasa bahwa dunia tak ada maknanya setelah keluar dari rumahnya.”

Aduhai, seperti apakah gerangan rumah dan sosok Imam Hasan al-bashri rahimahullah ini? Betapa mulianya beliau yang hanya dengan berkunjung ke rumahnya, hasrat dan keinginan terhadap dunia serta-merta sirna, tiada bekasnya.

Kesaksian lainnya berasal dari Jabir bin Zaid. Setiap kali bersua dengan Imam Hasan al-Bashri dan memperhatikan akhlaknya dengan cermat, dia merasa bahwa Imam Hasan al-Bashri ini tak ubahnya sosok yang pernah hidup di akhirat.

Beliau sangat memahami detail perkara akhirat, dan beramal dengan amalan-amalan penghuni akhirat. Beliau mengisahkan surga dan neraka seperti pernah menyaksikan dan tinggal di dalamnya.

Wallahu a’lam. [Pirman/Kisahikmah]

Previous articleImam Ibnu Sirin; Tabi’in yang Tubuhnya Lumpuh saat Ingat Mati
Next articleInilah 80 Keutamaan Dzikir yang Pasti Anda Dapatkan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.