Hanya Inilah Infaq yang Diterima

1

Allah Ta’ala memerintahkan sedekah sebagai suatu amalan sunnah unggulan bagi kaum muslimin. Abdullah bin Abbas mengatakan, “Ialah sebagian harta kekayaan yang baik-baik yang telah dianugerahkan melalui usaha mereka.”

Abullah bin Abbas menerangkan lebih lanjut, “Orang-orang beriman diperintahkan bersedekah dengan kekayaan yang paling baik, paling bagus, dan paling berharga.”

Selain itu, “Allah Ta’ala melarang berinfaq dengan sesuatu yang remeh dan hina.” Sebab Allah Ta’ala Mahabaik dan tidak menerima kecuali sesuatu yang baik.

Larangan berinfaq dengan sesuatu yang buruk, hina, kotor, tidak bermanfaat ini amat selaras dengan kondisi jiwa; bersediakah kita menerima sesuatu yang buruk itu? Maka jika diri ini tidak suka, begitupun dengan penerima lainnya.

Peringatan ini pernah diberikan kepada kaum Anshar. Saat tiba hari panen kurma, mereka menggantungkan kurma di antara dua tiang masjid Nabawi. Kurma itu disediakan bagi kaum fakir dari kalangan Muhajirin.

Rupanya, salah seorang di antara mereka sengaja mengambil kurma yang buruk kualitasnya dan diselipkan di antara tandan kurma yang bagus.

Sebab kejadian itu, Allah Ta’ala pun menurunkan ayat 267 surat al-Baqarah [2], “Dan janganlah kamu memilih yang buruk-buruk, lalu kamu infaqkan.”

Dalam riwayat yang lain oleh Imam Ahmad bin Hanbal, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam diberi hidangan sejenis biawak. Maka beliau tidak memakannya, juga tidak melarang para Sahabat untuk menikmatinya.

Maka Ummul Mukminin ‘Aisyah Radhiyallahu ‘anha pun berkata, “Ya Rasulullah, kita berikan saja kepada orang-orang miskin.” Nabi pun menjawab, “Janganlah kalian memberi mereka seauatu yang kalian tidak menyukainya.”

Inilah ajaran mulia dari agama yang mulia. Agama yang baik dan hanya memerintahkan penganutnya untuk melakukan kebaikan. Tak berhenti, cara yang ditempuh pun harus baik agar amalan tersebut semakin sempurna.

Sangat tidak layak jika kita memberikan harta atau makanan, atau apa pun yang buruk, sementara kita sendiri pun tak menyukainya.

Maka di antara bentuk kesempurnaan iman ialah memberi infaq dengan harta terbaik yang Allah Ta’ala berikan. Sebab selain pengorbanan materi, di dalamnya juga ada pengorbanan rasa yang inti pembelajarannya adalah agar kita lebih mencintai Allah Ta’ala di atas segala-galanya. [Pirman]

Berita sebelumyaKesabaran yang Paling Berat
Berita berikutnyaDengki yang Dianjurkan

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.