‘Tiada Hadits yang Lebih Mencukupi dan Lebih Berfaedah Melebihi Hadits Ini’

0
ilustrasi @nugrahayoganugraha.wordpress.com

Mungkin kita semua hafal dengan hadits ini. Entah karena masyhurnya riwayat ini, mudahnya kalimat dan saratnya faedah, atau sebab lainnya. Bagi yang belum hafal atau kerap melalaikannya karena satu dan lain sebab, hendaknya bergegas membuka kitab, menghafalkannya, lalu berupaya dengan sungguh-sungguh untuk mengamalkannya.

Pasalnya, Imam Abu ‘Ubaid menuturkan sebagaimana dikutip oleh Syaikh Mushthafa Dib al-Bugha dalam al-Wafi, “Tidak ada hadits yang lebih menghimpun dan mencukupi serta mengandung banyak faedah melebihi hadits ini.”

Bukan hanya Imam Abu Ubaid, komentar positif banyak disampaikan oleh imam ahli hadits terkait riwayat ini.

Misalnya, Imam Abu Dawud Rahimahullahu Ta’ala yang menuturkan, “Sesungguhnya hadits ini merupakan separuh keimanan. Sebab agama ada yang bersifat zhahir berkaitan dengan amal perbuatan dan ada yang bersifat bathin terkait dengan niat.”

Jika Imam Abu Dawud Rahimahullahu Ta’ala menilai hadits ini sebagai setengah keimanan, Imam as-Syafi’i dan Imam Ahmad bin Hanbal menyebutkannya sebagai satu pertiga ilmu.

“Hadits ini meliputi satu pertiga ilmu. Karena nilai amal seorang hamba tergantung pada hati, lisan, dan anggota badan. Sedangkan niat dengan hati termasuk satu di antara tiga bagian tersebut.”

Menguatkan komentar para imam ahli hadits, Imam an-Nawawi Rahimahullahu Ta’ala memasukkan hadits ini sebagai riwayat pertama dalam tiga kitabnya sekaligus. Ialah Arba’in an-Nawawi, Riyadhus Shalihin, dan al-Adzkar.

Saking mulianya hadits ini, sepuluh Imam ahlis hadits meriwayatkannya dalam kitabnya masing-masing. Ialah Imam al-Bukhari, Imam Muslim, Imam Abu Dawud, Imam at-Tirmidzi, Imam Ibnu Majah, Imam an-Nasa’i, Imam Ahmad bin Hanbal, Imam ad-Daruquthni, Imam Ibnu Hibban, dan Imam al-Baihaqi.

Hadits ini diriwayatkan dari sahabat mulia ‘Umar bin Khaththab Radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam bersabda, “Sungguh, setiap amal perbuatan tergantung pada niat. Tiap-tiap perkara tergantung apa yang diniatkan. Barang siapa yang hijrah-Nya untuk Allah Ta’ala dan Rasul-Nya, maka hijrahnya itu untuk Allah Ta’ala dan Rasul-Nya. Dan barang siapa yang hijrahnya untuk dunia yang diinginkannya atau wanita yang hendak dinikahinya, maka hijrahnya akan bernilai sebagaimana yang diniatkannya.”

Semoga Allah Ta’ala senantiasa anugerahkan keikhlasan dalam setiap amal shalih yang kita kerjakan. Aamiin.

Wallahu a’lam. [Pirman/Kisahikmah]

*Kitab al-Wafi syarah Arbai’in an-Nawawi tulisan Syaikh Mushthafa Dib al-Bugha bisa dipesan di 085691479667

Berita sebelumyaRahasia Kecemerlangan Sahabat Nabi yang Banyak Dilupakan Kaum Muslimin
Berita berikutnyaJika Tak Sertakan Ini, Shalat Anda Malah Sebabkan Siksa