Prinsip Dakwah dalam Sosok Gareng

0
ilustrasi Gareng @jv.wikipedia.org

Gareng memiliki nama lengkap Nala Gareng. Asalnya dari bahasa Arab, Naala Qariin yang bermakna sebanyak-banyaknya teman. Di dalam sosok Gareng ini, Kanjeng Sunan Kalijaga mengajarkan prinsip dakwah yang sangat mendalam.

Prinsip dakwah adalah mengajak sebanyak mungkin orang untuk menyembah hanya kepada Allah Ta’ala. Dakwah adalah membebaskan manusia dari syirik menuju tauhid. Dakwah adalah menyeru manusia untuk meninggalkan dunia menuju kehidupan akhirat yang abadi dan sebenar-benarnya kehidupan. Dakwah adalah seruan menuju kebaikan, bukan penghakiman kepada orang-orang yang melakukan kesalahan dan dosa.

Prinsip besar dakwah adalah rahmat untuk semesta alam. Bahwa semua kita adalah pendakwah sebelum profesi apa pun selainnya. Kita adalah dakwah sebelum menjadi seorang presiden, menteri, karyawan, penjual duren, pengusaha, karyawan swasta, pegawai negeri, penulis, atau profesi apa pun.

Sebagai pendakwah, mula-mula kita harus mensyukurinya setelah menyadari akan besarnya peran ini. Pasalnya, al-Qur’an al-Karim menyebutkan bahwa para dai merupakan sebaik-baik pekerjaan, tiada pekerjaan yang lebih baik dari dakwah.

Dalam prinsip itu, maka semua manusia adalah objek dakwah. Siapa yang kita ditemui adalah objek dakwah. Masyarakat tempat kita menetap adalah objek dakwah. Keluarga dan kolega bisnis adalah objek dakwah. Murid-murid yang kita jumpai di sekolah adalah objek dakwah. Bahkan mereka yang berinteraksi dengan kita hanya sejenak di jalan raya, masjid, lapangan, atau tempat umum lainnya adalah objek dakwah.

Maka bersikaplah sebagai dai yang mudah bersahabat. Mengajak sebanyak mungkin orang untuk beriman hanya kepada Allah Ta’ala. Ajak siapa pun yang kita cintai menuju Allah Ta’ala. Ajak siapa pun untuk mencintai Allah Ta’ala dan beribadah hanya kepada-Nya.

Jika prinsip dakwah dalam sosok Nala Gareng sudah merasuk dengan sangat baik ke dalam diri kita, insya Allah dakwah menjadi kegemaran dan perkara mudah nan menyenangkan. Kita benar-benar akan menjadi dai. Ialah sosok yang mencintai sesamanya untuk merasakan kebaikan Islam serta bersedih tatkala ada orang yang bergelimang dalam kesia-siaan, dosa, dan maksiat.

Sebab memang, surga teramat luas untuk dimasuki seorang diri. Sebab memang, Islam mengajarkan keshalihan sosial, bukan hanya keshalihan diri seraya membiarkan orang-orang sekitar terjerumus ke dalam neraka.

Mari bersahabat di jalan dakwah. Mari mencari sebanyak mungkin sahabat yang menemani kita dalam dakwah hingga akhir hayat.

Wallahu a’lam. [Pirman/Kisahikmah]

Berita sebelumyaFilosofi Bagong; Bahagia di Akhirat
Berita berikutnyaAmalkan 4 Kiat Ini, Dijamin Sukses Dunia dan Akhirat