Faktor Utama Kemenangan Kaum Muslimin atas Bangsa Romawi

0

Kabar kekalahan pasukan Romawi oleh pasukan kaum Muslimin pun dilaporkan kepada Raja Heraclius. Kepada utusan yang melapor, Heraclius berkata, “Celakalah kalian! Celakalah kalian! Coba ceritakan tentang musuh yang mengalahkan kalian itu? Bukankah mereka sama seperti kalian?!”

Apakah yang dilaporkan oleh utusan kepada Raja Heraclius yang disinyalir sebagai sebab utama kemenangan kaum Muslimin dalam berbagai jihad yang terjadi? Mungkinkah kita bisa menjadi bagian penyongsong kejayaan Islam yang dijanjikan itu? Bagaimana caranya?

Jawab sang utusan atas tanya rajanya itu, “Benar. Mereka sama dengan kami.”

Uber Heraclius seraya menyelidiki, “Apakah jumlah kalian lebih banyak dari mereka?”

“Bahkan,” kisah sang utusan, “jumlah kami berlipat-lipat dari jumlah mereka dalam setiap peperangan.”

“Lalu,” gertak sang Raja, “ada apa dengan kalian ini?” Pungkasnya sampaikan tanya, “Mengapa kalian menjadi pecundang?”

“Mereka semua,” tutur salah satu utusan yang merupakan pembesar Romawi, “bangun untuk mendirikan shalat malam. Siangnya, mereka senantiasa berpuasa. Hubungan mereka dengan sesama pun amat memesona; tepati janji, mengajak kepada kebaikan, mencegah dari perbuatan mungkar, dan saling menolong antara satu dengan yang lainnya.”

Berkebalikan dengan amalan yang dilakukan oleh kaum Muslimin, pembesar ini melanjutkan penuturannya, “Sedangkan pasukan-pasukan kami senantiasa meminum arak, berzina, melanggar yang haram, berbuat curang, melakukan kezaliman, mengkhianati janji, menjadi sebab perseteruan, membuat kerusakan di muka bumi, dan meninggalkan perintah-perintah Tuhan.”

Mendengar keterangan dari utusannya, Heraclius mengatakan sebagaimana diriwayatkan oleh Ahmad bin Marwan al-Maliki yang dikutip oleh Dr. Najih Ibrahim dalam Kepada Aktivis Muslim, “Jika demikian, wajar kalau mereka menang dan kalian kalah.”

Ketaatan kepada Allah Ta’ala dan menjauhi segala jenis maksiat dan dosa. Itulah di antara sebab utama kemenangan kaum Muslimin generasi perdana. Mereka amat menjaga kualitas iman dan takwa dengan senantiasa mendekatkan diri kepada Allah Ta’ala.

Mereka melakukan kewajiban dengan kualitas terbaik, mengiringinya dengan amalan sunnah unggulan, dan senantiasa menjaga diri dari perbuatan sia-sia, dosa, dan maksiat dalam berbagai kadarnya. Mereka menolong agama Allah Ta’ala, sehingga Allah Ta’ala pun menolong mereka dengan amanah kejayaan.

Kiatnya sederhana. Tapi, amat sukar dalam mengamalkannya. Namun, semoga kita bisa terpilih menjadi salah satu penerus mereka. Aamiin. [Pirman]

Berita sebelumyaMereka yang Tetap Berjihad di Usia Senja
Berita berikutnyaSebab Utama Terhalangnya Rezeki

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.