Dulu Aku Pernah Merasakan Bahagianya Pernikahan

34

Kutulis kisah ini untuk segenap muslimah. Meskipun dengan menulisnya, hatiku semakin teriris-iris. Namun biarlah luka itu menganga, asalkan kalian tidak menjadi korban berikutnya.

Dulu… aku pernah merasakan bahagianya pernikahan. Aku mencintai suamiku, dia pun mencintaiku. Meskipun hidup pas-pasan, rumah tangga kami diliputi kedamaian. Suamiku orang yang pekerja keras. Ia berusaha mendapatkan tambahan penghasilan untuk bisa ditabung seiring Allah mengkaruniakan seorang buah hati kepada kami. Kami pun berusaha hidup qanaah, mensyukuri nikmat-nikmat Allah atas kami.

Saat-saat paling membahagiakan bagi kami adalah ketika malam hari. Saat sunyi dini hari, anakku lelap dalam tidurnya, aku dan suami bangun. Kami shalat malam bersama. Suamiku menjadi imam dan aku larut dalam bacaan Qur’annya. Tak jarang aku menangis di belakangnya. Ia sendiripun juga tak mampu menahan isak dalam tilawahnya.

Entah mengapa. Mungkin karena kami melihat teman-teman yang telah punya mobil baru. Tetangga yang membangun rumah menjadi lebih indah. Mulai terbersit keinginan kami agar uang kami semakin bertambah. Suamiku tak mungkin bekerja lebih lama karena ia sudah sering lembur untuk menambah penghasilannya. Tiba-tiba aku tertarik dengan bisnis saham. Sebenarnya aku tahu sistem bisnis ini mengandung riba, tapi entahlah. Keinginan menjadi lebih kaya membutakan mataku.

“Ambil bisnis ini saja, Mas. Insya Allah kita bisa lebih cepat kaya,” demikian kurang lebih saranku pada suami. Dan ternyata suamiku juga tidak menolak saran itu. Ia satu pemikiran denganku. Mungkin juga karena tergoda oleh rayuan iklan bisnis saham tersebut.

Akhirnya, kami membeli saham dengan seluruh tabungan yang kami miliki. Suamiku mengajukan kredit untuk modal usaha kami. Sejumlah barang yang bisa kami jual juga kami jadikan modal, termasuk perhiasan pernikahan kami.

Beberapa pekan kemudian, bisnis kami menunjukkan perkembangan meskipun tidak besar. Kami mengamati saham hingga ibadah-ibadah sunnah yang dulunya membahagiakan kami mulai keteteran. Tilawah tidak sempat. Shalat sunnah hilang diterpa kantuk dan lelah. Hidup mulai terasa gersang di satu sisi, tetapi kekayaan mulai tergambar di sisi lain.

Hingga suatu hari, tiba-tiba harga saham menurun drastis. Kami seperti terhempas dari ketinggian. Kami sempat berharap bisa bangkit, tetapi harga saham kami justru semakin terpuruk. Hutang kami semakin menumpuk. Cash flow keluarga kami berantakan.

Di saat seperti itu, emosi kami seperti tidak terkendali. Ada sedikit saja pemicu, aku jadi marah. Pun dengan suami. Ia jadi sering menyalahkanku karena menyarankan bisnis riba dengan modal riba pula. Aku pun membela diri dan mengatakan kepadanya, mengapa sebagai suami yang harusnya jadi imam malah mengikuti saran istri jika saran itu keliru. Pertengkaran memuncak. Aku tidak dapat menguasai diri.

“Kalau begitu, ceraikan saja aku,” kataku malam itu.
“Ya, aku ceraikan kamu,” jawab suami dengan nada tinggi. Mendengar teriakan talak itu aku terhentak. Aku menangis. Anakku juga menangis. Tapi terlambat. Suamiku terlanjur pergi setelah itu.

Kini aku harus membesarkan anakku seorang diri. Sering sambil menangis aku membaca ayat:

يَمْحَقُ اللَّهُ الرِّبَا وَيُرْبِي الصَّدَقَاتِ

“Allah memusnahkan riba dan menyuburkan sedekah” (QS. Al Baqarah: 276)

Wahai para muslimah… qana’ah… qana’ah… Jangan menuntut suamimu lebih dari kemampuannya. Tak ada larangan untuk berusaha bersama-sama agar kondisi finansial menjadi lebih baik. Tetapi jangan sekali-kali terperosok dalam bisnis riba. Bahagia dalam hidup sederhana lebih baik daripada jiwa menderita karena cinta dunia.

Cukuplah aku yang berkata sambil menangis, “Dulu kami dipersatukan oleh ketaatan kepada Allah, lalu kami dipisahkan oleh kedurhakaan pada-Nya” [Kisahikmah.com]

*Diadaptasi dari kisah nyata dalam Sa’atan-Sa’atan yang ditulis Syaikh Mahmud Al Mishri dan Sirriyun lin Nisa’ yang ditulis Syaikh Ahmad Al Qaththan

Berita sebelumyaEnam Perselisihan Yahudi dan Nasrani, Inilah Solusi dari Islam
Berita berikutnyaKaum yang Digergaji Hingga Terbelah Dua

34 KOMENTAR

  1. Saya sangat bisa merasakan apa hikmah yg terkandung dalam tulisan diatas. Karena sy sendiri mengalaminya. Sy seorang suami yg kerja mencari nafkah dgn berdagang susu kaleng dan desain grafis. Sy & Istri tergiur dgn forex. Awalnya menguntungkan, tapi biking buntung, Sy rugi 10juta. Pagi-Malam, selalu liat Laptop. Kesehatan tidak terjaga, Ibadah terbengkalai, dan akhirnya sakit2an. Beruntunglah Allah Swt, menyelamatkan kami, dengan mengganti uang rugi kami dgn 10Juta. Rejeki yg tidak terduga. Rejeki itu berasal dari Orang Tua kami, yg tanpa kami minta, memberikan uang itu. Kami pun meninggalkan Forex.

  2. makanya mba..,, klo ibdah itu pake hati pake ilmu.. anda rajin ibadah masa ga tau cara mendtangkan rezeky yg allah janjikan lewat sdekah !!! sudah byk contoh org sperti mba rajin ibadah tapi hati dan pikirannya busuk sesama manusia!!! ibdah itu mba bukan smata2 baik hubungannya sama allah ttpi sma manusia juga

    • Gak usah ngejudge gitu, nmanya juga pelajaran dlam hdup, yg berhak menilai ibadah seseorg hanya ALLAH SWT ,, ini ķan cuma supaya kita ambil hikmahnya!!!

    • Jagan..
      Tak perlu kita menghakimi seperti itu, lebih baik kita jadikah pelajaran.. hanya Allah yg dapat menilai hati seseorang. Belajar bicara rada sopan sedikit. Lebih baik kita saling mendoakan.
      Aamiin

    • Insya Allah kita tidak tergolong orang-orang yang menyalahkan orang lain atas apa yang telah terjadi atas dirinya cz segala sesuatu yang terjadi, sudah atas kehendak Allah swt. Insya Allah bisa menjadi pelajaran untuk kita semua.

      Sungguh kebajikan itu berbeda dengan keburukan. Demikian pula nasehat😊

  3. Subhanallah….hampir serupa yg sedang kualami saat ini, dl aku hidup dlm kesederhanaan dg gaji suami yg seorang pns,tp kami nyaman & tentram kemudian seiring dg bertambah anak bertambah kebutuhan suami mulai berusaha mencari sampingan,seorang saudara menyarankan tuk inves di pertanian tepatnya menanam bawang,Alhamdullillah usaha tanaman bawang kami menghasilkan kelebihan tuk beaya tambahan hidup, tp kemudian setan mulai membisikan keserakahan pd kami, dr awal keluarga sdh mengingatkan tuk tdk ambisius dg bisnis bawang,ternyata nafsu lebih menguasai suami,beliau rela meminjam uang di bank dg jaminan sk kerjanya,sertifikat rumah & tanah,awalnya memang penghasilan kami meningkat,tp karenanya kami jd lupa bersyukur dg nikmat Allah SWT, kami jd malas beribadah, senang menghamburkan uang tuk berfoya2 makan2 enak,jalan2 hampir setiap minggu & ketika terbesit keinginan di hatiku tuk mendaftar haji suami melarang dg alasan, klo di sekitar kita msh byk yg hidup kesusahan buat apa kita menjalani ibadah haji hny akan membuat skt hati mereka yg hidup di bawah kita, lebih baik uangnya kita putar lg buat bisnis,&aku tk bs menolak keinginan suami uang 75jt hsl menjual bawang setengah bahu yg kupersiapkan tuk mendaftar haji di ambil suami tuk membeli bawang…………
    dan yg terjadi kemudian Allah SWT seperti sdg menghukum kami, harga bawang merosot tajam hg ke level plg bawah,bawang yg di beli suami krn terlalu lama di simpan akhirnya banyak yg membusuk,bawang yg kami tanam selalu gagal panen, kami mengalami kerugian hg beratus2 juta, mobil kami jual,tanah kapling yg kami persiapkan buat masdepan anak2pun km jual,motor anak pun ikut terjual,hutang kami di sejumlah bank & finance menumpuk dg riba yg tk sedikit….
    kini saya hanya bisa menyesali apa yg telah kami perbuat selama ini, sambil bertobat memohon ampunan Allah SWT, sy berusaha tk mendekatkan diri lg pd Alla SWT pun anak2 aku mulai keras mengajak mereka tuk ibadah meski suami sendiri saat ini belum tergugah hatinya tuk bertobat tp aku tak lelah berdo’a agar Allah SWT memberi hidayah & membuka hati suami agar mau bertobat & mendekatkan diri pd Allah SWT,dlm keterbatasan hidupku saat ini aku msh bersyukur krn Allah SWT masih menyayangiku shg memberiku peringatan saat aku mulia menjauhi-Nya agar aku bisa kembali dekat pada-Nya…..,semoga Allah SWT mengampuni segala dosa2ku slm ini & Allah SWT mendengar do’a2 yg kupanjatkan & semoga aku akan tetap menjadi insan Qona’ah & istiqomah dg segala ketentuan-Nya…Amiin…..Mohon Share

  4. Jual beli saham riba?

    Kisah di atas bisa menjadi pembelajaran bagi yang lain bahwa suatu usaha itu harus dengan ilmunya. Tapi sangat disayangkan artikel ini bisa menjadi salah tafsir bahwa bisnis saham itu mengandung riba, padahal kenyataanya tidak demikian. Unsur yg bisa dikatakan haram dari bisnis saham itu adalah gambling/taruhan/judi dan itu pun terjadi hanya jika pelaku usaha melakukan jual beli saham tanpa pengetahuan (bertaruh). Bukalah pengetahuan lebih banyak, cek bursa saham (efek) indonesia ada yang namanya jakarta islamic index yang isinya daftar saham2 syariah, kalau kita sering makan indomie, kita bisa beli saham indofood, kita pakai rinso pepsodent sunslik belilah saham unilever, kita pakai motor honda, toyota beli saham astra, sering bepergian naik pesawat belilah saham garuda indonesia. beli saham perusahaan2 yang produknya kita pakai, tidak riba, tidak gambling/bertaruh, tidak dosa asal jangan beli saham pakai uang pinjam k bank itu baru riba, atau beli saham yg kita tidak tahu perusahaan apa itu dan hanya bertaruh harganya akan naik ini masuk gambling, sama sprti judi. Harga saham naik dan turun, wajar. Kalau perusahaanya jelas, sebab kenaikan dan penurunanya juga jelas. Misal saham indofood jelang ramadhan biasanya naik, ga ada yg salah kan? Fakta menarik lain, minimal uang untuk beli saham garuda indonesia hanya 60ribu rupiah lho, itu perusahaan bumn, Perusahaan2 bagus akan membagikan keuntungan setiap tahun bagus dong kalau masyarakat melek akan investasi itu bisa membantu meningkatkan kesejahteraanya, memang harga saham naik turun, beli ketika harga turun dan jual ketika harga naik tidak ada salahnya, sama saja seperti jual beli emas, tanah dsb yg hukumnya sama2 jual beli, emasbjg kalau nilainya sedang turun kita tergiur untuk beli dan jika harganya sedang tinggi kitapun ingin menjualnya tidak ada bedanya dengan saham.
    Sangat disayangkan kalau kita menilai investasi di pasar modal khususnya saham itu riba/haram, hukum jual beli jelas dlm syariat islam, jadi lebih bijaksana saja dalam mengambil hikmah dan pembelaharan dari suatu kisah.

    • Tp setahu saya dlm aqad bisnis atau jual beli itu salah satu rukunnya adalah harus ada barangnya…lah klo saham barangnya gk kelihatan. Sy analogikan sama membeli barang sperti jual beli hewan yg masih dalam kandungan. Ada kemungkinan” hewan itu terlahir selmat, terlahir selamat tp cacat, terlahir kembar, atau bahkan mati, dan dlam hukum fiqih bisnis atau jual beli semacam ini dilarang

  5. Ini sm yg dialami klg sy. Kaka modal usaha dari bank. Krn proyek2 awalny perlu modal besar yg kemudian pinjam dibank yg tentunya dengan riba. Yg entah gimana semua proyeknya tidak menguntungkn mgkn ini ketidakberkahnya dr riba. Aset2 orang tua satu persatu habis krn membantu kaka yg terakhir rumah tinggal orgtua pun hampir disita dengan usia senjanya hampir terusir dr rmhnya. Krn memang jaminan hutang dgn sertifikat rmh klg dan ada rmh sdr jg. krn kasian orgtua semua klg kakak adik menjual semua aset termasuk perhiasan mahar untuk nebus hutang yg 2 t termasuk rmh sdr. Entah yg berhubungan bertaubat ato tidak yg jelas ini kejamnya riba Allah hukum lgsg didunia. Dan diakhirat akan dibangkitkan dalam keadaan kerasupan.

  6. SETIAP ORANG PASTI PUNYA DOSA DAN SALAH, sprti yg dialami ayah sy th 1998 pd waktu moneter .kt seorang di batu,jika menanam apel 100 pohon tinggal duduk dan makan hasilnya, ayahku malah menanam 1000 pohon ternyata todak kuat utk beli obat pohon karena moneter semia melonjak akhirnya terkatung dan( berarti ada sedikit kesyirikan kan) pergi kesurabaya jualan ayam alhamdulillah anak pertama 2 Ayam anak ke3 5 ayam ada 1 ulama sby berkata jgn dibilang banyak anak banyak masalah rosululloh bersabda sy bangga karena banyaknya umat q dihari qiamat, ayah q percaya dgn hadis itu ada anak ke4 25 sampai anak ke 8 sudah 4 kintal.

    INGAT KITA BELOK SEDIKIT DIINGATKAN ALLAH DENGAN (MELARAT,HINADLL) AGR LURUS KEMBALI JD TDK ADA YG SALAH DENGAN CERITA DIATAS “TIDAK ADA ORANG YG LURUS TERUS” KECUALI YG DIKEHENDAKI

  7. dari sinilah sifat mustahil Allah swt terlihat
    kalau Allah tidak ingin manusia tersesat kenapa Allah mengizinkan setan untuk menyesatkan manusia ?
    jadi maunya Allah itu apa sih ? turunkan Al-Qur’an tapi ujung2nya di akhir zaman Al-Qur’an ditinggalkan karena ulah setan yang diizinkan Allah untuk nyesatin manusia
    menciptakan surga dan neraka, tapi penghuninya lebih banyak neraka dan diisi oleh wanita, tidak imbang kan ? katanya Allah itu adil, kok penghuni neraka lebih banyak
    kalau Allah ingin manusia itu alim-alim semua seharusnya dari dulu setan tidak usah diizinin untuk nyesatin manusia, jadi yang masuk surga itu manusia dan yang masuk neraka itu setan, beres toh, jadi sifat mustahil Allah di sini jelas terlihat, yaitu bodoh

    • Mudah-mudahan anda mendapat hidayah. Kalau tidak mengerti/mengetahui suatu hal, lebih baik diam daripada ngelantur/menyebar fitnah.

    • Kamu tuh allaah ksh otak utk berpikir.. klo gk taw tanya dm yg pny ilmu.. sy pernh lihat vide dr.dzakir naik via youtube..pertanyaan km sm..seperti orang atheis bertanya.. cb klo phm bhs inggris ato cari yg di trsnslate ke bhs indo.. di lihat jawaban yg memuaskan..knp allaah mnciptakan surga dan neraka..bgmn asal usul syetan.. klo taw bodoh or gk taw..kok gk nanya n belajar..jd salah jalan deh.. !!!!

    • Dungu.. Kalau begitu buat apa Allah menciptakan anda toh nantinya anda juga masuk neraka??? kalau anda berpikiran begitu…selamat..hiduplah sesuka hatimu di dunia dengan temanmu setan sampai batas tertentu.

    • Jika anda ingin lulus kuliah, maka bersiaplah menghadapi ujian.
      Surga neraka adalah keadilan Allah, betapa tidak adilnya seorg yg baik tdk mndptkan apa2 diakhirat.
      Dan betapa dolimnya seorang durjan lgi jahat tdk mendapatkan balasan.
      Benar dan salah adalah pilihan kita

    • Dari alur bicara si @aaaa aq sdh paham maksudnya, dia merasa bangga bahwa dia tidak punya dosa karena dosa sdh ditebus, klo anda pintar coba dipikir tentang doktrin penebusan dosa itu benar atau salah?

  8. Intinya harta yg berasal dr yang haram seperti riba itu tdk akan memdatangkan keberkahan, justru harta haram itu akan merusak kebaikan yg ada..
    krn itu hikmahnya ikhtiar untuk mjd org kaya boleh2 sj, tp jgn coba2 dr usaha ataupun modal yg berasal dr sesuatu yg diharamkan oleh Allah..

  9. Betul sy setuju dg sodara Indhizio OS pelajari dulu ilmunya. Baru menjalankan bisnis. Melek ilmu itu lbh barokah dan manfaat buat diri kita, klrg, tetangga, teman bahkan org lain…..tdk asal dlm mengambil keputusan. Jd selamat dunia akhirat. Allah memberikan kita tubuh yg sempurna mjd makhluk yg sempurna agar bs berpikir.

  10. sukurlah . tinggal cari pengganti suami yg saleh lagi dan jg emosionalm ., lebih pahit saya . punya istri setengan gila. begirtu pahitnya saya ketika itu . saodara bisa bayangin

  11. Melihat komentar-komentar yang di atas,ane jd pengin tahu beda bunga bank yang riba dengan sistem yang syariah. Beberapa orang sudah ane tanya beda sistem yang riba dan syariah tapi jawabannya tidak memuaskan sama sekali. Beda keduanya letaknya cuma di AKAD, cara dan sistemnya sama persis. Kalau mang demikian, kita bisa aja pinjam uang di bank konvensional tp nanti akadnya syariah gt. Pernah ane dicertai temen yang pinjam uang di bank BUMN SYARIAH, pas dia akan melunasi hutang di angsuran ke 7 (dari 36 angsuran), betapa kagetnya dia karena dia kena penalti belasan kali “bunga”. Hal yang sama juga ane alami, nama bank sama cuma ga pake kata syariah. Pada saat ane akan melunasi hutang ane di cicilan ke 48 (dari 96 cicilan), ane kaget banget karena kena penalti 15 kali (bulan) harus membayar bunga disamping harus bayar uang pokoknya, padahal pas perjanjian hanya menyebutkan apabila melunasi hutang di tengah jalan hanya membayar penalti 2x bunga. Ane berpikir dari kasus ane dan temen ane apa beda bank syariah dan bank konvensional, besaran bunga sama, penalti jg sama?????katanya AKAD nya yang berbeda????pa hanya AKAD saja yg berbeda???kl begitu kita bisa pinjam ke KSU yang sekarang menjamur misalnya trus akad nya di tambaih kata2 syariah????mohon pencerahan dari yang punya ilmu dan pengetahuan…

  12. sudah saatnya sebisa mungkin kita menghindari riba. saat ini kita digempur dengan segala kemudahan kredit ini itu, tapi jika dirunut2 kadang2 hanya masalah gengsi saja. Menabung & lalu membeli cash lebih baik. insyaAllah dengan menghindari riba, hidup kita lebih berkah dan lebih tenteram.

  13. Wawah waah. Hidup sederhana itu indah. Tp kalau yg hidup dengan kita terlalu memaksakan hmmm. Apalagi zaman sekarang banyak barang” mewah. Kalo ukurannya status sosial mah ga akan abis. Rasulullah pengusaha kaya. Tp hidup dalam kesederhanaan dan mati dalam keadaan miskin. Banyak orang yg ingin mengangkat status sosial dari kekayaannya. Padahal akhlak pun bisa mengangkat status bahkan melebihi status harta.

  14. Memang semua yang di firmankan Allah pasti benar dan terbukti, riba dengan jelas terlarang dan memberikan efek ke gilaan seperti tercantum dalam surat al baqarah ayat 275 – bahkan jika peringatan telah datang kemudian kita terus menggunakaninstrumen Riba maka Allah dan rasulnya tantang perang ( kita pasti sudah tahu hasil akhirnya )

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.