Dua Rahasia Sukses CEO PT Zahir Internasional

0
sumber gambar: plus.google.com

PT Zahir Internasional merupakan perusahaan besar yang bergerak di bidang penyedia jasa software akuntansi. Mulai beroperasi sejak 1996, produk akuntansi yang pertama diluncurkan diberi nama Zahir Accounting versi 1.0. Di usianya yang menjelang 20 tahun ini, perusahaan yang jasanya digunakan oleh sekitar 30 ribu perusahaan berskala kecil dan menengah ini sudah mengeluarkan produk Zahir Accounting versi 6.0.

Menilik perjalanan panjang perusahaan yang didirikan oleh Fadhil, seorang mahasiswa ITB jurusan Fisika angkatan 1991 ini, ada perjuangan yang tak ringan hingga software akuntansi ini digunakan oleh lebih dari 60 ribu pengguna yang tersebar di berbagai kota di dalam dan luar negeri. Kantor cabangnya pun sudah tersebar di 30 kota di Indonesia.

Terkait pemasaran, Zahir Internasional sudah digunakan oleh banyak perusahaan di Timur Tengah, Jepang, Italia, dan lain sebagainya. Di tahun 2016 ini, Zahir menargetkan perusahaan dengan omset 1 triliun per tahun untuk dijadikan konsumennya.

Saat ini, Zahir Internasional dikomandoi oleh Muhammad Ismail, seorang ayah 33 tahun yang beranak dua. Laki-laki yang merupakan keturunan Yaman-Malang dan lahir di Jeddah ini membeberkan di antara kunci sukses perusahaan yang dipimpinnya itu. Sosok yang menyelesaikan pendidikan strata satu dan dua di bidang akuntansi dan IT ini merumuskan, ada dua rahasia penting yang kerap dijalaninya hingga membuahkan sukses dalam hidup.

“Saya,” tuturnya sebagaimana dimuat Republika (Senin, 11 januari 2016), “suka membaca profil orang sukses.” Di antara manfaat yang diperoleh setelah membaca profil orang sukses tersebut, lanjutnya menuturkan, “Dari situ, saya mendapatkan motivasi.”

Membaca kisah sukses orang lain membuat Muhammad Ismail merasa terhibur dan termotivasi. Dari motivasi itulah, ia memiliki bahan bakar yang melimpah untuk meneladani atau mengkonversikan teladan-teladan tokoh idamannya dalam bidang yang dia tekuni.

Yang tak kalah pentingnya, ia juga memiliki kebiasaan untuk senantiasa melibatkan Allah Ta’ala. Ialah mengingat Allah Ta’ala di setiap jenak kehidupannya. Kebiasaan itu pula yang kini menghiasi aktivitas di PT Zahir Internasional yang seluruh karyawannya berhenti bekerja ketika adzan berkumandang untuk mendirikan shalat berjamaah.

Terkait ilmu pendidikan anak, Muhammad Islmail juga memberi kiat agar orang tua tak langsung mengabulkan permintaan anak-anaknya. Mereka terlebih dahulu diberi tugas, baru kemudian diberikan penghargaan. Alhasil, anaknya yang baru berusia 9 tahun ini sudah hafal hampir seluruh surat di juz 30.

Wallahu a’lam. [Pirman/Kisahikmah]

Berita sebelumyaDoktrin Gereja Katholik: Islam itu Keras, Kasar, dan Sukar!
Berita berikutnya4 Hal yang Meningkatkan Kecerdasan menurut Imam Syafi’i