Tiap Kali ada Pelaku LGBT Baru, Dosa Kaum Ini Bertambah!

0
ilustrasi @tolongshare.beritaislamterbaru.org

Di dalam Tafsir al-Qur’an al-‘Azhim, saat menjelaskan surat al-A’raf [7] ayat 80-84, Imam Ibnu Katsir Rahimahullahu Ta’ala menerangkan bahwa perbuatan keji yang dikerjakan oleh kaumnya Nabi Luth ‘Alaihis salam atau kerap disebut dengan kaum Sadum merupakan kekejian yang pertama kali mereka lakukan. Belum ada umat sebelum  mereka yang mengerjakan zina laki-laki dengan laki-laki dan perempuan dengan perempuan.

Nabi Luth ‘Alaihis salam, masih merujuk pada keterangan dari Imam Ibnu Katsir dalam Tafsirnya, merupakan keponakan Nabi Ibrahim ‘Alaihis salam. Ayahnya bernama Haran bin ‘Azar. Nabi Luth ‘Alaihis salam beriman dengan risalah Islam yang dibawa oleh Nabi Ibrahim ‘Alaihis salam. Kemudian Allah Ta’ala mengutusnya kepada kaum Sadum.

Kaum Sadum mendustakan dakwah Nabi Luth ‘Alaihis salam. Mereka menganggapnya sebagai sosok sok suci sebab tidak mau memberikan tamu-tamu tampan untuk mereka jadikan objek kekejian hubungan badan sesama jenis.

Kalangan orientalis dan liberal memalsukan kisah ini. Mereka menganggap penolakan Nabi Luth ‘Alaihis salam terhadap penyimpangan kaumnya lantaran sakit hati. Sebab putrinya pernah disakiti hatinya oleh salah satu laki-laki dari kaum Sadum.

Atas pendustaan itu, Allah Ta’ala memerintahkan Nabi Luth ‘Alaihis salam dan beberapa pengikut yang berasal dari keluarganya untuk keluar dari wilayah tersebut. Allah Ta’ala hendak menurunkan azab. Allah Ta’ala menyelamatkan Nabi-Nya dan para pengikutnya.

Menyedihkan! Istri sang Nabi tidak turut pergi. Ia berada dalam barisan kaum Sadum yang dihujani batu. Disebutkan dalam riwayat lain, masing-masing batu yang dijatuhkan dari langit diberi tanda berupa nama orang-orang yang menjadi pelaku aktif praktek hubungan badan sesama jenis ini.

Meski masa kaum ini sudah berlalu ribuan tahun silam, dosa mereka akan senantiasa bertambah. Apalagi di akhir zaman ini. Zaman ketika kebebasan menjadi raja dan banyak orang memperjuangkan penyimpangan dan penyakit yang mereka derita.

Mereka bangga menjadi pelaku dan pendukung LGBT. Mereka melakukan serangkaian usaha dan pengkaderan. Bahkan arusnya sangat deras di berbagai lini kehidupan.

Bagi siapa pun yang terlibat, silakan menerima ‘buah’nya kelak di Hari Pembalasan. Jika Anda termasuk pelaku dan pendukung, saldo dosa Anda pun kian bertambah seiring bertambahnya pelaku LGBT yang masuk ke dalam perangkap Anda.

Na’udzubillahi min dzalik.

Wallahu a’lam. [Pirman/Kisahikmah]

*Beli Tafsir Ibnu Katsir di 085691548528

Berita sebelumyaCuma Lulus SMA, Tapi Dibayar 20 Juta dalam 3 Jam
Berita berikutnyaMengerikan! Inilah Pendapat Imam Madzhab terkait Hukuman bagi Pelaku LGBT