Doa di Dalam Majlis Terhalang Gara-gara Orang Ini

0
ilustrasi @tw.news.yahoo

Islam sangat memuliakan umatnya yang melakukan amalan nan mulia ini. Jaminan surga, dilapangkan rezeki, diberikan keberkahan, umur yang panjang, dan juga dicintai keluarganya. Sebaliknya, jika seorang hamba melanggar dari mulianya amalan ini, maka Allah Ta’ala kelak memasukkannya ke dalam neraka. Bahkan, jika ia berada di suatu majlis (perkumpulan pencari ilmu/dzikir), keberadaannya bisa menghalangi terkabulnya doa di majlis terebut.

Hari itu, Abu Hurairah menyampaikan peringatan kepada seluruh jamaah yang hadir di majlisnya. “Aku tidak rela apabila seorang pemutus tali silaturahim menghadiri majlisku ini,” ujarnya dengan nada amat serius. Sekali diucapkan, tak ada jamaah yang beranjak. Beliau pun mengulanginya sebanyak tiga kali.

Sebubarnya majlis, seorang remaja pun mendatangi bibinya. Hendak sampaikan maaf. Si remaja ini telah memutus hubungan dengan bibinya sejak dua tahun yang lalu. “Wahai anak saudaraku,” tanya sang bibi memulai, “apa yang membuatmu mendatangiku?”

Remaja itu pun memberitahukan kepada bibinya tentang perkataan Abu Hurairah di majlisnya tempo hari. Sang bibi yang baik, berkata kepada keponakannya itu, “Kembalilah kepadanya, lalu tanyakan, ‘Kenapa beliau mengatakan hal itu?’”

Remaja nan baik hati ini pun kembali mendatangi Abu Hurairah untuk sampaikan tanya pesanan dari bibinya. “Aku,” jawab Abu Hurairah, “telah mendengar Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda, ‘Sesungguhnya amalan-amalan Bani Adam dihadapkan kepada Allah Ta’ala setiap petang hari Kamis/malam Jum’at. Maka pada waktu itu tidak diterima amal seorang pemutus silaturahim.’”

Sedemikian agung inilah perkara silaturahim. Ia bisa menjadi penentu terkabulnya doa, dan selamatnya seorang hamba di dunia dan akhirat. Dalam riwayat lain oleh Imam Baihaqi, Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam juga bersabda, “Sesungguhnya rahmat Allah Ta’ala tidak akan turun kepada suatu kaum yang di dalamnya terdapat orang yang memutuskan tali silaturahim.”

Karena agungnya amalan ini, mari periksa hubungan kita dengan sesama. Baik keluarga dekat atau jauh, tetangga dekat atau jauh, teman main, jamaah masjid, sobat kantor, atau kepada kaum Muslimin secara umum. Jika kita pernah memutus tali persaudaraan yang agung itu, segera datangi dan mohonlah maaf kepada mereka. [Pirman/Kisahikmah]

Berita sebelumyaEmpat Manfaat Silaturahim Menurut ‘Abdullah bin ‘Umar
Berita berikutnyaDia Seperti Orang Yang Memakan Kerikil Panas

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.