Ditelan Bumi karena Durhaka

0
1217
sumber gambar: www.myberita.net

Al-Imam Ibnu al-Jauzi menuturkan salah satu kisah yang amat menyentak jiwa orang-orang yang beriman. Ulama kharismatik yang produktif menulis ini meriwayatkan dari Muhammad bin Abid dalam kitabnya Tadzkirat Ulil Basha’ir tentang disegerakannya azab bagi seorang hamba yang durhaka kepada orang tuanya.

Hari itu, Muhammad bin Abid duduk di sebuah lokasi sekitar Bashrah. Tak lama setelah itu, seorang pemuda lewat dengan membawa perbekalan khas para musafir. Tiba-tiba, si pemuda yang tak dikenal itu berkata, “Demi Allah, saya akan diambil!”

Dalam hitungan detik setelah perkataannya itu, si pemuda benar-benar raib. Ditelan bumi. Muhammad bin Abid terbelalak. Bingung. Sembari terus menerus melafal asma’ Allah Ta’ala.

Hingga datanglah seorang laki-laki tua. Matanya diperban. Bekas luka. Sang laki-laki tua berkata kepada Muhammad bin Abid, “Apakah Anda melihat seorang pemuda yang melintas sembari membawa perbekalan?”

“Iya,” jawabnya lugas. Lantas beliau mengisahkan kejadian langka yang dilihatnya kepada laki-laki senja tersebut.

“Dia adalah anakku. Dia berselisih denganku atas sebuah persoalan. Dia memukul mataku hingga terluka.” ujarnya sembari menunjukkan bagian mata yang diperban.

Kepada anaknya tersebut, laki-laki tua berkata, “Allah Ta’ala tidak akan mengeluarkanmu dari Bashrah atau menenggelamkanmu ke dalam bumi. Lantas, dia pergi membawa wadah perbekalan layaknya musafir.”

Sahabat, mari merenungi diri. Melihat ke dalam nurani yang paling dalam. Bagaimana akhlak kita selama ini kepada ayah dan ibu? Apakah keduanya masih diberi umur panjang oleh Allah Ta’ala ataukah sudah lebih dahulu menghadap kepada-Nya?

Dalam kondisi apa pun keduanya, kita harus senantiasa berbakti dengan berlaku santun dan mendoakan. Orang tua adalah surga jika seorang anak mampu berbakti kepadanya. Dan neraka jika kehadirannya disia-siakan bahkan disakiti.

Dosa kepada orang tua juga disegerakan azabnya. Amat banyak kisah nyata tentang celaka dan nistanya kehidupan seorang anak yang durhaka kepada ibu, bapak, atau keduanya. Sebaliknya, ada limpahan cerita sukses seorang anak yang terjadi lantaran baktinya kepada dua orang tua.

Kisah ini menjadi salah satu bukti nyata.

Pertanyaannya sederhana, bagaimana sikap kita kepada dua orang tua? Jangan-jangan, kita terhitung durhaka kepada keduanya.

Wallahu a’lam. [Pirman/Kisahikmah]

Rujukan: Kisah-kisah Anak Durhaka, Khalid Abu Shalih, Aqwam Solo, 2013