Dapatkan Kemanisan Hidup dalam Tiga Hal Ini

0
Shalat Berjamaah @sayidaty.net
Shalat Berjamaah @sayidaty.net
Shalat Berjamaah @sayidaty.net

Banyak manusia yang terjebak dalam perburuan kenikmatan-kenikmaan duniawi. Kita berlomba mencari kesenangan degan dalih kebahagiaan, padahal nyatanya tengah mejerumuskan diri dalam jurang kebinasaan.

Seseorang mengklaim menghibur diri, padahal yang dilakukan adalah memasukkan jiwa dalam lubang kegersangan-kegersangan nan tak bertepi. Alhasil, manusia hanya beralih dari satu bahaya menuju bahaya yang lain sebelum bahaya abadi yang Allah Ta’ala sediakan di neraka kelak.

Manusia hidup atas Kehendak Allah Ta’ala. Dia Maha Mengetahui apa yang manusia butuhkan. Maka Dia pula yang berhak menentukan; mana hal-hal yang bisa mendatangkan kebahagiaan dalam jiwa, dan mana pula aktivitas-aktivitas yang jika dilakukan mendatangkan dosa, kesengsaraan, kesukaran, kegersangan dan keburukan lainnya.

Dalam tahap inilah, penting bagi diri untuk mengetahui kondisi jiwa, dan apa yang harus dilakukan agar bisa merasakan-merasakan kemanisan hidup serta menjauhi perbuatan-perbuatan yang justru mengundang kepahitan dalam kehidpan sehari-hari sebelum kepahitan abadi di akhirat kelak.

Kemanisan-kemanisan hidup, sebagaimana disampaikan oleh Hasan al-Bashri, terdapat dalam tiga hal.

Pertama, kemanisan hidup terdapat di dalam shalat.

Inilah yang dialami oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam nan mulia. Setiap kali menghadapi ujian yang berat, beliau menghadap Allah Ta’ala dalam shalat-shalat yang panjang. Ketika ada masalah, bahkan sakit fisik yang dialami, tak jarang Nabi menganjurkan sahabat-sahabatnya untuk menyelesaikan semua itu dengan shalat.

Dalam banyak kesempatan, Nabi menyebut shalat sebagai sarana untuk beristirahat, ibadah yang diibaratkan berdialog dengan Allah Ta’ala, penyejuk hati, penyegar jiwa, sarana kenikmatan yang tidak didapatkan dalam ibadah-ibadah lainnya.

Kedua, dzikir sebagai bentuk kemanisan hidup.

Dzikir adalah ibadah nan utama perlambang cinta seseorang kepada Allah Ta’ala. Orang yang beriman akan senantiasa mengingat Allah Ta’ala dalam lisan, pikiran, hati; dalam berbaring, duduk dan berdirinya. Dzikir bagi mereka seperti air bagi ikan. Ialah sumber kehidupan, kecerahan paras, kesegaran jiwa, kecemerlangan fikir, kebugaran dan kesehatan fisik.

Dalam menghadapi situasi pelik, tatkala tak ada lagi penolong selain Allah Ta’ala, dzikir bisa menjadi sarana yang efektif bagi seseorang untu menyambungkan diri kepada-Nya.

Ketiga, bacalah al-Qur’an.

Allah Ta’ala Maha Pemurah. Dia menjadikan Dzat-Nya mudah dihubungi ketika hamba-Nya melakukan amal-amal shaleh. Dalam banyak riwayat, Dia juga menyebutkan amalan-amalan khusus yang jika dilakukan, maka amalan itu setara dengan meminta pendapat ataupun berdialog dengan-Nya.

Membaca al-Qur’an adalah di antara amalan-amalan tersebut. Jika dilakukan, pahala Allah Ta’ala menanti dalam jumlah nan tak terhitung. Bahkan, selain sebagai petunjuk dan obat, al-Qur’an adalah syafa’at bagi siapa yang biasa membaca, menghafal, menadabburi, dan berpedoman dengan al-Qur’an nan mulia itu. [Pirman]

Berita sebelumyaHadits yang Membuat Sebagian Ulama Pingsan
Berita berikutnyaWaspadailah Godaan Setan dari Empat Arah Ini