Dalam Tiga Keadaan Ini, Anda Bisa Melihat Wujud Setan

3
28347
ilustrasi marah (radiozamaneh.com)

Suatu ketika, Nabi Musa ‘Alaihis salam bertemu dengan iblis. Kepada sosok yang diutus untuk Bani Israil ini, iblis membeberkan sebuah rahasia. Katanya, manusia akan bisa melihat wujud iblis dalam tiga kondisi yang dialami oleh manusia.

Apa saja tiga kondisi itu? Bagaimana wujudnya? Apakah berupa bentuk, atau hanya akibat saja?

Saat Marah

Disebutkan oleh Syeikh Ibnu Muflih al-Maqdisi dalam bukunya Agar Tidak Diperdaya Setan, setan berkata, “Ketika seseorang marah, wajahku ada di wajahnya, mataku ada di matanya.” Pungkas setan, “Saat itu, aku mengalir di dalam aliran darahnya.”

Saksikanlah. Dan ingatlah wahai diri. Ketika marah, wajahmu yang memerah adalah atas ulah dan wujud setan. Mata yang melotot sebab emosi memuncak adalah ulah dan perlambang setan. Pun ketika tekanan darah naik saat melampiaskan marah, sejatinya itu menjadi wujud setan yang ada di dalam diri seorang manusia.

Maka, Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam sampaikan nasihat, bahwa marah dari setan, dan api (asal usul setan) akan padam dengan air wudhu.

Ketika Berperang

Wujud setan dalam peristiwa ini senantiasa ada di banyak kondisi; saat baru berniat, ketika mulai mengumpulkan bekal, tatkala menuju medan jihad, hingga perang berkecamuk. Bentuknya, setan menggoda dengan bayangan-bayangan keraguan tentang harta dan keluarga yang ditinggalkan.

“Aku,” tutur setan kepada Nabiyullah Musa ‘Alaihis salam, “mengingatkannya kepada hartanya, anaknya, dan istrinya hingga ia pulang ke rumahnya.”

Alhasil, perang di jalan Allah Ta’ala hanya bisa diikuti oleh mereka yang nyata keikhlasannya dan besar cintanya kepada Allah Ta’ala. Yang ada di benaknya hanyalah akhirat dan surga yang abadi. Ganjaran atas iman dan taqwanya.

Tatkala Laki-laki Berdua dengan Wanita bukan Mahram

Kondisi ini menjadi amat massif di zaman ini. Apalagi di kota-kota besar. Berduaan antara laki-laki dan perempuan bukan mahram menjadi fenomena lazim bahkan aneh jika tidak ada teman untuk berdua. Inilah di antara tanda akhir zaman yang kian nyata.

Padahal, “Jangan pernah duduk dengan wanita bukan mahram,” kata setan, “karena aku menjadi utusannya (perempuan) kepadamu (laki-laki), dan utusanmu (laki-laki) kepadanya (perempuan).”

Semoga Allah Ta’ala melindungi kita dari godaan setan yang terkutuk dan terlaknat. Aamiin. [Pirman/Kisahikmah]

SHARE
Previous articleKenikmatan yang Merugikan
Next articleKepada Nabi Nuh dan ‘Isa, Setan Beberkan Kelemahannya

3 COMMENTS

  1. What a delicious ripece! And Ropa Vieja is such a perfect canvas for wine makes for the sauce an even more delicious experience. Definitely adding this ripece to my must make list!

  2. Setan itu sebenarnyab mengacu pada wujud sbgai makhluk ciptaan Allah ataukah mengacu pada sifat pembangkang makhluk ciptaan Allah ?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here