Sontak Saja, Rasulullah Mengusap Wajahnya dan Tertawa

0
5967
sumber gambar: www.claytonladuerotary.org

Hari itu, seorang Arab Badui mendatangi Nabi lantaran sebuah keperluan. Si Badui mengikat unta di depan masjid. Kemudian bergegas mendatangi Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam yang mulia.

Beberapa sahabat melihat si Badui yang mengikat unta. Mereka berkata kepada Nu’aiman bin ‘Amr al-Anshari Radhiyallahu ‘anhu, “Bagaimana jika engkau menyembelih unta tersebut? Setelah itu, kita makan dagingnya bersama-sama. Sudah lama kita tidak makan daging.”

Sebagai pamungkas, para sahabat bertutur, “Sedangkan urusan dengan si Badui, biarkan Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam yang menebusnya.”

Sejatinya bercanda. Aslinya hanya kelakar. Namun, Nu’aiman yang masyhur sebagai sosok jenaka tak berpikir lama. Ia menyembelih unta itu dalam tempo yang sesingkat-singkatnya. Tanpa menghiraukan hal-hal lainnya.

***

“Muhammad!” teriak si Badui setelah keluar dari masjid, “ada yang menyembelih untaku!”

Nabi bergegas keluar. Lalu bertanya kepada para sahabat, “Siapa yang menyembelihnya?”

“Nu’aiman.” jawab sahabat yang berada di luar masjid.

Beliau meminta kepada para sahabat untuk mendapatkan info keberadaan Nu’aiman. Setelah dicari, dia tengah bersembunyi di sebuah parit di sekitar rumah Dhuba’ah bin Zubair bin Abdul Muththalib Radhiyallahu ‘anhu.

Dia bersembunyi di dalam parit seraya menutupi diri dengan pelepah dan daun kurma.

Melihat kedatangan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam, Nu’aiman berkata lantang, “Aku tidak melihatnya(unta), wahai Rasulullah.”

Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam menarik badan Nu’aiman. Wajahnya berubah karena banyak serpihan daun dan pelepah kurma yang menempel di sekujur badannya.

“Mengapa kamu menyembelih unta tersebut?” tanya Nabi meminta keterangan.

“Wahai Rasulullah, orang-orang yang memberitahukan kepadamu bahwa aku penyembelih unta itulah yang menyuruhku.”

Betapa lugu dan lucunya sahabat Nu’aiman Radhiyallahu ‘anhu. Beliau tidak berkata bohong. Beliau mengatakan yang sebenarnya, hanya lugu dan tidak sesuai dengan konteks, namun terdapat hikmah di baliknya.

“Sontak saja,” tutur Dr ‘Ali Hasyimi saat menuturkan kisah ini dalam buku Membentuk Kepribadian Muslim Ideal menurut al-Qur’an dan as-Sunnah, “Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam mengusap wajahnya dan tertawa. Beliau pun membayar denda kepada si Badui atas penyembelihan unta tersebut.”

Kawan, mari bercanda. Jangan terlalu tegang. Hadapi hidup dengan teratur. Pandai-pandailah mengatur suasana. Sebab Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam dan para sahabatnya pun bercanda. Mari bergurau dengan kebenaran untuk meneladani mereka.

Asal jangan ikut-ikutan menyembelih unta ya. Jauh dan mahal dendanya. Hehe.

Wallahu a’lam. [Pirman/Kisahikmah]