Nasihat Ulama Sufi bagi yang Belum Berqurban

0
sumber gambar: sufimuda.net

Ibadah qurban merupakan sunnah muakkad. Sangat dianjurkan bagi seorang Muslim yang mampu. Merupakan bentuk syukur atas berbagai jenis nikmat yang dilimpahkan Allah Ta’ala kepada seorang hamba. Merupakan ibadah langka yang syariatnya hanya 4 hari dalam kurun waktu satu tahun.

Hampir seluruh kaum Muslimin berniat melaksanakan ibadah unggulan ini. Namun faktanya, tidak semuanya mampu melakukan ibadah yang syariatnya meneladani qurban Nabi Ibrahim ‘Alaihis salam. Ada begitu banyak yang belum mampu. Bahkan sebagian besar kaum Muslimin justru berebut saat pembagian daging hewan qurban.

Ketika ada di antara kita yang belum dikaruniai rezeki untuk berqurban, ada satu nasihat indah dari Kiyai Haji Abdurrahman Radjiun. Beliau merupakan salah satu ulama sufi asal Betawi. Sebagaimana dikutip oleh Rakhmad Zailani Kiki, Kiyai Abdurrahman memberikan satu amalan yang beliau sebut sebagai riyadhah sampai seorang Muslim mampu berqurban karena Allah Ta’ala.

Disebutkan dalam syariat Islam bahwa hewan yang dijadikan qurban adalah unta, sapi, kerbau, domba, dan kambing. Jika tidak mampu menyembelih sapi, kerbau, atau kambing, hendaknya seorang Muslim menyembelih seekor ayam atau bersedekah dengan sebutir telur.

Sang kiyai menjelaskan bahwa amalan ini hanya sebagai wujud kesungguhan dan bagian dari riyadhah (olah jiwa). Bukan sebuah syariat yang harus dilakukan. Sebab yang berwenang mensyariatkan sebuah amalan hanyalah Allah Ta’ala dan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam.

Tentunya harus diiringi kesungguhan untuk berqurban dengan hewan-hewan yang disyariatkan. Dimulai dengan meluruskan niat, memperkerap doa kepada Allah Ta’ala dengan sebaik-baik pinta, bersungguh-sungguh dalam berusaha sehingga memiliki tabungan yang cukup, serta upaya-upaya lain yang tiada batasnya, selama halal dan tidak melanggar aturan Allah Ta’ala.

Pada akhirnya, berqurban bukan sekadar soal hewan yang diqurbakan. Lebih dari itu, berqurban adalah bentuk pengabdian tanpa tapi dari seorang hamba kepada Rabbnya. Bahwa hewan hanya syariat, sedangkan keikhlasan dan kesungguhan hati itulah yang utama.

Semoga Allah Ta’ala memberikan kekuatan dan rezeki kepada kita hingga bisa berqurban setiap tahun sampai akhir hayat. Aamiin.

Wallahu a’lam. [Pirman/Kisahikmah]

Berita sebelumyaMuslim Tidak Harus Kaya, Tapi…
Berita berikutnyaInnalillahi… Wasapadailah Ulama yang Lebih Berbahaya dari Dajjal Ini