Beginilah Dahsyatnya Pertarungan Malaikat dan Iblis

5
68283

Secara kasat mata, perang Badar al-Kubra dan peperangan-peperangan lainnya terjadi antara kaum Muslimin dengan orang-orang kafir. Tiada yang menginginkan terjadinya peperangan. Apalagi dalam barisan kaum Muslimin. Mereka melakukan ini karena Allah Ta’ala memerintahkannya. Dan terkait perintah Allah Ta’ala ini, tiada alasan untuk mengelak, meski diri tidak menyukainya. Itulah di antara makna terbaik dari kata taat.

Namun, jika melihat lebih mendalam, sejatinya ada pertarungan lain yang terjadi dalam peperangan Badar. Bukan saja antara kaum Muslimin dengan orang-orang kafir, tetapi juga antara malaikat yang mulia dengan iblis nan terlaknat.

Dan rupanya, pertempuran yang tidak bisa diindra ini jauh lebih dahsyat dari pertempuran yang terlihat. Bagaimanakah kejadiannya?

Bahwa Allah Ta’ala menurunkan ribuan malaikat untuk menolong kaum Muslimin. Ini merupakan satu di antara sekian banyak janji-jani Allah Ta’ala sebagaimana disebutkan dalam banyak ayat al-Qur’an yang mulia.

‘Abdullah bin ‘Abbas mengatakan, malaikat Jibril menyertakan lima ratus malaikat di salah satu sayapnya. Kemudian malaikat Mikail menyertainya dengan membawa lima ratus pasukan malaikat di sayapnya yang lain.

Ketika perang hendak berkecamuk, setan yang mewujud dalam sosok bernama Suraqah bin Malik berkata secara lantang guna menyemangati orang-orang kafir. Katanya pongah, “Tiada satu kaum pun yang mengalahkan kalian pada hari ini. Sungguh, aku akan menjadi pelindung bagi kalian.”

Rupanya, kalimat motivasi itu hanyalan bualan. Pasalnya, saat menyaksikan malaikat Jibril dan pasukannya, setan dan seluruh bala tentara laknatnya kabur tanpa permisi. “Ke mana kalian akan pergi?” tanya seseorang kepada setan yang mewujud dalam sosok Suraqah bin Malik.

Dengan ketakutan dan cemas yang menyeruak, Suraqah menjawab, “Sungguh, aku berlepas diri dari kalian semua. Aku bisa melihat apa yang tidak kuasa kalian saksikan.” Mereka kabur setelah sebelumnya berteriak menyemangati. Mereka bergegas pergi setelah sebelumnya meniupkan bualan kepada pasukan-pasukannya dari kalangan jin dan manusia.

Lantas, bagaimana kita bisa mengetahui bahwa sosok Suraqah bin Malik dalam perang Badar adalah setan? “Ketika berita (kaburnya Suraqah bin Malik dari perang Badar) itu didengar oleh Suraqah bin Malik,” tutur Syeikh Ibnu Muflih al-Maqdisi, “dia (Suraqah bin Malik) membantah.” Kata Suraqah, “Aku baru mendengar berita kepergian kalian untuk berperang setelah kalian kalah.”

Artinya, Suraqah sama sekali tidak terlibat sedikit pun dalam perang Badar. Karenanya, jika ada sosok yang kini kita dapati sangat antuasias dalam memperjuangkan keburukan dan memprovokasi masyarakat untuk turut serta di dalamnya, mungkin kita perlu banyak membaca taawudz dan Ayat Kursi, siapa tahu ia merupakaan jelmaan setan yang terlaknat. Na’udzubillah. [Pirman/Kisahikmah]

SHARE
Previous articleMengapa Ilmu lebih Mulia dari Harta? Inilah 20 Alasannya (2)
Next articleBerkah Doa Nabi Ini, 100.000 Orang Bertaubat

5 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here