Beginilah Cara Berbakti kepada Orang Tua Non-Muslim

0
Ilutrasi @infokids

Tidak semua kita dilahirkan dari orang tua yang beragama Islam. Ada begitu banyak saudara-saudara kita yang menemukan Islam di masa dewasa atau tuanya, sedangkan orang tuanya masih dalam keadaan non-muslim. Tentu, hal ini menjadi tantangan sekaligus keprihatinan dalam diri sahabat-sahabat kita tersebut.

Beruntungnya, jika orang tua sahabat-sahabat masih ada yang non-muslim, Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam telah memberikan panduan terbaik terkait bagaimana bersikap dengannya terkait muamalah.

Asma’ binti Abu Bakar ash-Shiddiq terlahir dari seorang ibu yang kafir. Suatu hari, ibunya berkunjung ke rumahnya. Sebagai salah satu sikap kehati-hatian, Asma’ pun bertanya kepada Nabi tentang bagaimana seharusnya bersikap kepada ibunya yang masih kafir itu.

Tuturnya mengisahkan, “Ibuku datang kepadaku dalam keadaan musyrik saat Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam masih hidup. Aku pun meminta pendapat kepada beliau, ‘Apakah aku harus tetap menyambung silaturahmi kepadanya?’”

Jawab Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, “Ya, sambunglah silaturahmi kepadanya.”

Tetaplah bergaul kepadanya dengan cara yang baik. Berkatalah yang lembut dari dalam hati, penuhi kebutuhannya, jangan biarkan ia menunggu saat membutuhkanmu. Berbicara kepada orang tua dengan lembut adalah keutamaan. Al-Qur’an menyebutnya dengan qoulan karima (ucapan yang mulia). Maknanya sebagaimana dikatakan oleh Sa’id bin Musayyib, “Berbicara dengan lembut seperti seorang budak berkata kepada majikannya.”

Persis pula seperti yang dipraktikkan oleh Ibnu Siriin. Saking lembutnya intonasi ketika bercakap-cakap dengan orang tuanya, ia terkesan seperti orang yang sedang sakit.

Yang terpenting, jangan lupa untuk senantiasa mendoakan. Dengan doa dan akhlak yang mulia, hidayah akan mudah mampir dan bersemayam di dalam hatinya. Sampaikan permohonan hidayah untuk sosok yang telah melahirkan dan sangat berjasa dalam kehidupan kita sebagai anak.

Jadikan proyek ini sebagai amal unggulan. Kelak, jika orang tua kita berhasil mengecap hidayah Islam, hati kita akan merasakan syukur dan ketenangan yang amat mendalam. Kelak, jika itu terjadi, maka keislaman orang tua adalah kado terindah yang langsung diberikan oleh Allah Ta’ala.

Pasalnya, manusia mustahil sampaikan hidayah kepada sesamanya. Hanya Allah Ta’ala yang berkuasa membagikannya kepada siapa yang dikehendaki-Nya. [Pirman]

Berita sebelumyaJika Orang Tua Perintahkan Maksiat
Berita berikutnyaSetelah Membunuh Lantaran Tertolak Lamarannya, Lelaki Ini Datangi ‘Abdullah bin ‘Abbas

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.