Di Tangan 4 Orang Shalih, Tasbih Kerikil Terdengar oleh Orang Sekitar

0
4495
batu bertasbih
batu bertasbih (ilustrasi)

Bumi, langit, beserta semesta raya bertasbih kepada Allah Ta’ala. Mereka mensucikan Zat Yang Mahasuci sebagaimana perintah-Nya. Tiada satu pun yang luput dari bertasbih, bertahmid, bertakbir, dan bertahlil, kecuali makhluk-makhluk sombong yang menentang Allah Ta’ala.

Dikisahkan oleh sahabat Abu Dzar Al-Ghifari Radhiyallahu ‘anhu, ia dan sahabat-sahabat lainnya berjalan bersama Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam yang mulia.

Di tengah perjalanan, Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam mengambil batu kerikil, kemudian diletakkan di tangannya. Batu kerikil itu bertasbih sampai para sahabat mendengar suara tasbihnya.

Oleh Nabi yang mulia, kerikil itu dipindahkan ke tangan Sayyidina Abu Bakar Ash-Shiddiq Radhiyallahu ‘anhu. Di tangan manusia jujur dan menjaga diri ini, tasbih batu kerikil kembali bisa didengar oleh para sahabat.

Meneladani Nabi, Abu Bakar lalu menuangkan batu kerikil ke tangan Sayyidina ‘Umar bin Khaththab Radhiyallahu ‘anhu. Lagi, tasbih batu kerikil di tangan Al-Faruq bisa didengar oleh para sahabat.

‘Umar kemudian menuangkan batu kerikil di tangannya ke tangan Sayyidina ‘Utsman bin ‘Affan Radhiyallahu ‘anhu. Kembali, batu kerikil itu bertasbih. Suara tasbihnya benar-benar terdengar oleh para sahabat di sekeliling hamba nan shalih ini.

Terakhir, batu kerikil itu dituangkan ke tangan sahabat lain, tetapi tasbihnya tak terdengar lagi.

***

Riwayat yang termaktub dalam Al-Ma’tsurat tulisan Syeikh Abu Bakar Al-Thurthusy Al-Andalusi ini dikutip dari kitab Majmu’ Zawaid yang diriwayatkan dari sahabat mulia Abu Dzar Al-Ghifari Radhiyallahu ‘anhu.

Dari jalur lainnya juga disebutkan sebatang pohon yang bertasbih ketika Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam berkhutbah di bawahnya. Tasbihnya kencang hingga terdengar oleh orang-orang yang mendengarkan khutbah Nabi.

Seusai khutbah, Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam mendekapnya, kemudian tasbih pohon itu tak terdengar lagi.

***

Mahasuci Allah. Segala puji bagi Allah. Allah Mahabesar.

Semesta bertasbih. Matahari, bulan, bintang, dan makhluk di angkasa lainnya memuji kebesaran Allah Ta’ala. Binatang, tumbuhan pun bertasbih.

Hanya manusia-manusia lalai dan sombonglah yang enggan dan menolak menyebut-nyebut nama Allah Ta’ala Yang Mahagung. Merekalah orang-orang yang dibuat lupa dari mengingat Allah Ta’ala hingga hatinya menjadi gelap dan gulita. [Kisahikmah]