Banyak Dosa Tapi Susah Menangis? Baca Kisah Ini

0
6416
kisah mengharukan
ilustrasi pria menangis (smashboard.com)

Tersebutlah seorang tabi’in yang sering menangis, amat mudah mengalir air matanya. Ialah Imam Yazid bin Martsad. Kepada sang tabi’in, salah satu muridnya yang bernama Abdurrahman bin Yazid bin Jabir menyampaikan pertanyaan, “Mengapa aku melihat air matamu tidak pernah berhenti mengalir?”

Ini merupakan wujud rasa heran yang amat mendalam dari sosok murid kepada gurunya. Tiada waktu yang dijumpai oleh sang murid, kecuali gurunya itu tengah menangis. Menangisi dosa. Menangis karena berharap kepada Allah Ta’ala. Menangis karena takut tidak mendapatkan surga, ampunan, dan ridha-Nya Ta’ala.

“Mengapa air matamu tidak pernah berhenti menangis?” tanya sang murid kepada guru spiritualnya.

Barangkali, sebelum mengetahui jawaban sang ulama’, tanya ini perlu kita ubah dan sampaikan ke dalam diri sendiri. “Kapan terakhir kali kita menangis?” “Atas alasan apa kita meneteskan air mata?” “Apakah lantaran dosa yang kian menggunung dan ampunan yang belum didapatkan, atau karena persoalan duniawi yang kita rasakan amat menyesakkan dada?”

Lantas kepada Abdurrahman bin Yazid, Imam Yazid bin Martsad justru menyampaikan pertanyaan balik. “Untuk apa engkau menanyakan hal itu kepadaku?”

Sang murid menjawab dengan mantap, “Aku berharap, semoga Allah Ta’ala memberikan aku manfaat dari jawaban yang engkau sampaikan.”

Lantas kepada Abdurrahman yang masih keponakannya ini, Imam Yazid berkata, “Wahai keponakanku, Allah Ta’ala telah mengancamku. Jika aku bermaksiat kepada-Nya, pastilah Dia menjebloskan aku ke dalam neraka.”

“Demi Allah Ta’ala,” lanjut Yazid, “seandainya Allah Ta’ala hanya mengancam untuk memenjarakanku di jamban, barulah aku heran jika air mataku tidak berhenti mengalir.”

Sebagai salah satu generasi terbaik tabi’in, Imam Yazid bin Martsad bukanlah pribadi biasa. Seorang ahli ibadah, ahli ilmu, sufi, pakar di banyak bidang keilmuan, dan kelebihan lainnya. Namun saksikanlah, beliau menangis sepanjang waktu karena khawatir dijebloskan ke dalam siksa neraka yang menyala-nyala.

Beliau menangis karena takut jika tak bisa lolos dari siksa dan seluruh jeratnya. Beliau benar-benar khawatir jika kelak meninggalkan dunia, lantas dimasukkan ke dalam lembah yang dipenuhi api dengan malaikat yang siap menyiksa sebagaimana titah Rabb Ta’ala.

Allahumma, ya Allah, ajirna, jauhkan kami, minannar, dari siksa neraka. Aamiin.

Wallahu a’lam. [Pirman/Kisahikmah]