Koh Ahok, Tolong Sempatkan Baca Ulasan Berikut

0
sumber gambar: www.youtube.com

Koh Ahok, apa kabar? Mudah-mudahan selalu dalam keadaan sehat sehingga bisa berbicara dengan santun, tidak asal melontarkan pernyataan, dan bisa diteladani oleh warga Jakarta khususnya dan rakyat Indonesia pada umumnya dalam makna kebaikan yang universal.

Begini, Koh. Ada data yang ingin saya sampaikan terkait pernyataan Koh Ahok tempo hari yang menyebut bahwa minuman memabukkan itu tidak salah, minuman tersebut bukan sebab kerusakan dan pernyataan senada lainnya.

Data yang hendak saya sampaikan ini, insya Allah bisa dicek kevalidannya. Terutama akhir-akhir ini, saat kasus Yuyun menyentak kesadaran kita sebagai bangsa akan bahaya khamr dan tontonan yang tidak sedikit pun bermanfaat bagi kehidupan kita.

Dari data WHO (World Health Organization), ada tiga juta orang yang meninggal dunia setiap tahun karena dampak minuman beralkohol. Artinya, setiap sepuluh detik ada orang yang mati karena mengonsumsi minuman yang mengandung zat memabukkan.

Jika digabung dengan jumlah kematian yang disebabkan oleh AIDS, TBC, dan kekerasan, angka kematian lantaran minuman memabukkan ini jauh lebih besar.

Di negeri Paman Sam yang diklaim sebagai negara modern dan super power, misalnya, ada tiga puluh orang yang meninggal dunia saban hari karena pengaruh alkohol saat mengendarai mobil. Artinya, satu orang mati setiap lima puluh satu menitnya.

Jika dibuat rata-rata, di negeri yang disebut sebagai kiblat demokrasi itu, ada delapan puluh ribu orang yang meninggal dunia akibat pengaruh minuman penyebab mabuk. Jumlah ini jauh lebih besar dari kasus yang ditemukan di Vietnam, padahal Amerika diklaim sebagai negeri yang lebih modern.

Apakah maknanya semakin modern maka semakin doyan dengan minuman keras? Entahlah.

Fakta lainnya, di beberapa negara yang tengah berkembang selayak India dan China, konsumsi terhadap minuman ini makin meningkat, apalagi karena ketiadaan peraturan yang jelas dan ketat.

Nah, yang terbaru, dan amat banyak jumlahnya, Koh Ahok bisa searching atau bertanya kepada tim media Koh Ahok, tentang kasus yang salah satu pemicunya adalah minuman pembawa sial ini.

Yuyun, misalnya, dizinai 12 orang pemuda yang pecandu minuman keras dan tontonan khas binatang. Di Manado juga ditemukan kasus serupa, pelakunya pun hilang kesadaran setelah menenggak minuman haram tersebut. Yang terbaru, di Kabupaten Tangerang ada gadis yang dizinai, lantas dibunuh dengan alat yang sedianya digunakan untuk bercocok tanam. Pelakunya juga berada dalam kendali minuman laknat itu.

Apakah Koh Ahok tidak mau membuka mata? Minimal, sebagai pemimpin, tidakkah hati Koh Ahok tergerak untuk memberikan pernyataan ralat jika meminta maaf terasa berat dan menjatuhkan harga diri Koh Ahok sebagai pemimpin?

Ingat Koh, dosa kecil bisa dihukumi dosa besar jika dikerjakan oleh seorang pemimpin. Apalagi pernyataan yang jelas-jelas mengandung kekeliruan besar dan disebarkan secara massif. Mudah-mudahan Koh Ahok mampu berpikir bijak sebelum melontarkan pernyataan.

Demikian ini saya tulis, demi kemaslahatan umat manusia, khususnya warga negeri tercinta ini. [Pirman/Kisahikmah]

Sumber data: Resonansi Republika Sabtu, 14 Mei 2016, Asma Nadia; Duka Yuyun, Luka Kita.

Berita sebelumyaBanyak yang Tidak Tahu; Latah itu Haram!
Berita berikutnyaNa’udzubillah… Terulang Kembali; Ayah Mewariskan Zina ke Anaknya