Ayat yang Dibaca Rasulullah hingga Pengepung Tak Bisa Lihat Beliau

0
ayat yang dibaca rasulullah
ilustrasi (picswe)

Malam itu, rumah Rasulullah dikepung. Sejumlah pemuda perkasa utusan tiap kabilah telah siap dengan pedangnya. Mereka ditugaskan membunuh Rasulullah atas keputusan parlemen Darun Nadwah.

Rencananya, mereka akan menyergap dini hari saat Rasulullah keluar rumah untuk beribadah. Menurut kalkulasi Darun Nadwah, Bani Hasyim tidak akan bisa menuntut balas karena pembunuhnya banyak dan berasal dari seluruh kabilah. Mereka hanya bisa pasrah menerima diyat atau uang tebusan atas kematian Muhammad.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah diberitahu Allah bahwa rumahnya dikepung. Ia meminta Ali untuk tidur di pembaringannya. Menyamar dengan memakai selimut beliau.

Di tengah pengepungan seperti itu, atas petunjuk Allah, Rasulullah mengambil tanah. Beliau membaca Surat Yasin ayat 9:

وَجَعَلۡنَا مِنۡۢ بَيۡنِ اَيۡدِيۡهِمۡ سَدًّا وَّمِنۡ خَلۡفِهِمۡ سَدًّا فَاَغۡشَيۡنٰهُمۡ فَهُمۡ لَا يُبۡصِرُوۡنَ

“Dan Kami jadikan di hadapan mereka dinding dan di belakang mereka juga dinding, dan Kami tutup (mata) mereka sehingga mereka tidak dapat melihat.” (QS. Yasin: 9)

Sambil keluar rumah, Rasulullah menaburkan tanah ke kepala para pengepung itu. Rasulullah dengan mudah melewati mereka tanpa seorang pun melihatnya.

Ketika pagi tiba, mereka terhenyak karena belum juga kelihatan Rasulullah keluar. Ada keheranan mengapa banyak debu di kepala mereka. Belum terjawab keheranan itu, mereka bergegas masuk ke rumah Rasulullah dan mengepung sosok laki-laki di atas pembaringan.

Betapa terkejutnya mereka, pemuda itu adalah Ali. Bukan Rasulullah.

“Bunuh saja dia,” kata salah seorang kafir Quraisy yang jengkel hanya bisa mendapati Ali.

“Jangan. Kalau kita bunuh dia, urusannya akan menjadi berbeda,” sergah pengepung lainnya.

Akhirnya mereka pun pulang dengan tangah hampa. Sementara Rasulullah sudah berangkat hijrah bersama Abu Bakar.

Kisah ayat yang dibaca Rasulullah hingga pengepung tak bisa lihat beliau ini bisa kita dapati dalam Sirah Nabawiyah. Di antaranya Ar Rakhiqul Makhtum yang ditulis oleh Syaikh Shafiyurrahman Al Mubarakfury. Juga bisa kita dapati dalam Tafsir Al Qur’anil ‘Adhim yang ditulis oleh Ibnu Katsir.

Baca juga: Kisah Sufi

Tafsir Yasin Ayat 9

Ibnu Katsir menjelaskan, surat Yasin ayat 9 ini telah diturunkan sebelumnya. Yakni saat Abu Jahal mengatakan akan menyakiti Rasulullah.

“Sekiranya aku melihat Muhammad, sunguh aku akan melakukan begini dan begini,” kata Abu Jahal kepada orang-orang kafir Quraisy.

Maka Allah menurunkan surat Yasin ayat 8 dan 9.

Orang-orang kafir Quraisy yang dari tadi menunggu aksi Abu Jahal kesal. “Itu Muhammad, kenapa engkau tidak berbuat sebagaimana yang kamu katakan?”

“Aku tidak melihatnya,” jawab Abu Jahal.

وَجَعَلۡنَا مِنۡۢ بَيۡنِ اَيۡدِيۡهِمۡ سَدًّا وَّمِنۡ خَلۡفِهِمۡ سَدًّا فَاَغۡشَيۡنٰهُمۡ فَهُمۡ لَا يُبۡصِرُوۡنَ

“Dan Kami jadikan di hadapan mereka dinding dan di belakang mereka juga dinding, dan Kami tutup (mata) mereka sehingga mereka tidak dapat melihat.” (QS. Yasin: 9)

Ketika menafsirkan ayat ini, Mujahid mengatakan bahwa dinding itu menutupi mereka dari kebenaran sehingga mereka kebingungan. Menurut Qatadah, dinding itu menutupi mereka dari kebenaran sehingga mereka berada dalam kesesatan.

Syaikh Wahbah Az Zuhaili dalam Tafsir Al Munir menjelaskan, mereka yang kukuh dalam kekafiran diumpamakan seperti orang yang terjepit di antara dua tembok penghalang tanpa bisa melihat ke depan dan ke belakang. Mereka membutakan diri terhadap ayat-ayat Allah Subhanahu wa Ta’ala, tidak mau memperhatikan dan merenunginya.

Demikian kisah ayat yang dibaca Rasulullah hingga pengepung tak bisa lihat beliau serta tafsirnya. Yakni tafsir Surat Yasin ayat 9. Wallahu a’lam bish shawab. [Muchlisin BK/Kisahikmah]

*Surat Yasin lengkap beserta terjemah, keutamaan dan khasiatnya bisa dibaca di artikel Surat Yasin

Berita sebelumyaBolehkah Niat Puasa Syawal Digabung Qadha Ramadhan?
Berita berikutnyaAmal Rahasia Bilal Hingga Sandalnya Terdengar di Surga
CEO BedaMedia Grup, Inspirator di Trustco Gresik, Sekretaris Yayasan (Pendidikan) Al Ummah