Asal Mula Agama Nasrani menurut Imam Ibnu Katsir

9

Di dalam Tafsirnya, Imam Ibnu Katsir menjelaskan secara ringkas asal-usul agama Nasrani ketika menafsirkan surat Ali ‘Imran [3] ayat 55-58. Berikut ringkasannya.

إِذْ قَالَ اللَّهُ يَا عِيسَىٰ إِنِّي مُتَوَفِّيكَ وَرَافِعُكَ إِلَيَّ وَمُطَهِّرُكَ مِنَ الَّذِينَ كَفَرُوا وَجَاعِلُ الَّذِينَ اتَّبَعُوكَ فَوْقَ الَّذِينَ كَفَرُوا إِلَىٰ يَوْمِ الْقِيَامَةِ ۖ ثُمَّ إِلَيَّ مَرْجِعُكُمْ فَأَحْكُمُ بَيْنَكُمْ فِيمَا كُنتُمْ فِيهِ تَخْتَلِفُونَ

(Ingatlah), ketika Allah berfirman, “Hai Isa, sesungguhnya Aku akan menyampaikan kamu kepada akhir ajalmu dan mengangkat kamu kepada-Ku serta membersihkan kamu dari orang-orang yang kafir, dan menjadikan orang-orang yang mengikuti kamu di atas orang-orang yang kafir hingga Hari Kiamat. Kemudian hanya kepada Akulah kembalimu, lalu Aku memutuskan di antaramu tentang hal-hal yang selalu kamu berselisih padanya.” (55)

فَأَمَّا الَّذِينَ كَفَرُوا فَأُعَذِّبُهُمْ عَذَابًا شَدِيدًا فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ وَمَا لَهُم مِّن نَّاصِرِينَ

Adapun orang-orang yang kafir, maka akan Ku-siksa mereka dengan siksa yang sangat keras di dunia dan di akhirat, dan mereka tidak memperoleh penolong. (56)

وَأَمَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ فَيُوَفِّيهِمْ أُجُورَهُمْ ۗ وَاللَّهُ لَا يُحِبُّ الظَّالِمِينَ

Adapun orang-orang yang beriman dan mengerjakan amalan-amalan yang saleh, maka Allah akan memberikan kepada mereka dengan sempurna pahala amalan-amalan mereka; dan Allah tidak menyukai orang-orang yang zalim. (57)

ذَٰلِكَ نَتْلُوهُ عَلَيْكَ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيمِ

Demikianlah (kisah Isa), Kami membacakannya kepada kamu sebagian dari bukti-bukti (kerasulannya) dan (membacakan) Al Quran yang penuh hikmah. (58)

Setelah Allah Ta’ala mengangkat Nabi ‘Isa ‘alaihis salam, kaum Bani Israil yang ditinggalkan terbagi menjadi dua. Pertama,  kelompok orang yang beriman; yakni meyakini bahwa Nabi ‘Isa adalah hamba dan utusan Allah Ta’ala.

Kedua, kelompok yang berlebih-lebihan dan menganggap ‘Isa ‘alaihis salam sebagai anak Tuhan karena tidak memiliki ayah, dan memiliki banyak mukjizat. Seperti, mampu berbicara ketika masih bayi, menghidupkan orang yang mati, menyembuhkan orang yang berpenyakit buta sejak lahir, dan sebagainya.

Kelompok ini tenggelam di dalam kesesatannya selama tiga ratus tahun hingga muncullah seorang Raja Yunani yang bernama  Constantine.

Atas kekuasaan yang dipegangnya itu, Constantine melakukan banyak perubahan terhadap ajaran Nabi ‘Isa ‘alaihis salam. Terang Ibnu Katsir, “Ia pun mengubah, menambah, dan mengurangi beberapa ketetapan yang ada dalam agama Nabi ‘Isa ‘alaihis salam (Tauhid).”

Selain itu, ia juga membuat banyak undang-undang dan amanah yang diperuntukkan bagi umat Nasrani. Komentar Ibnu Katsir, “Yang sebenarnya (undang-undang dan amanah itu) hanyalah pengkhianatan yang hina.”

Di antara ajaran yang disebarkan oleh Constantine yang membangun kota Konstantinpel yang dikaitkan dengan namanya, antara lain: Daging babi halal, shalat menghadap ke arah timur, tempat ibadah (gereja, tempat-tenpat ibadah, biara) diisi dengan patung (yang diklaim sebagai) Nabi ‘Isa, melakukan puasa sepuluh hari sebagai sebuah mekanisme penebusan dosa.

Constantine ini diikuti oleh beberapa kerajaan dari kalangan mereka. Dan, akhirnya mereka melakukan penekanan dan penindasan terhadap kaum Yahudi. Oleh Ibnu Katsir disebutkan, “Kaum Constantine ini sedikit lebih utama dari Yahudi; meski pada dasarnya mereka kafir.”

Kini, dalam kepercayaan Nasrani, Constantine disebut sebagai seorang pengacau karena dia adalah seoran filosof. Wallahu a’lam bish showwab.

Berita sebelumyaOrang Sepertiku Mau Meminta Surga?
Berita berikutnyaInilah Redaksi Surat Rasulullah kepada Heraclius

9 KOMENTAR

  1. saya kurang begitu menangkap apa maksud dari artikel ini. tujuan atau isi dari artikel ini begitu kabur bagi pemahaman saya sebagai orang awam

  2. Apa kalian tidak punya acara lain selain membahas tentang agama /kepercayaan kami?

    Jikalau memang kepercayaan kalian itu memang sempurna? Kenapa tidak mengacu juga terhadap seluruh kepercayaan di dunia?

    Seolah2 hanya seperti rivalitas klub sepakbola saja haha

  3. maaf islam tidak bermaksud menjelekan agama nasrani tapi sebagai membedah sejarah untuk mengetahui sejarah nasrani, karena islam semua sejarah harus di pelajari dan seling membagi ilmu

  4. @koko, Islam adalah kebenaran. Dengan ilmu dan akal. Silakan bantah dengan ilmu anda apabila artikel tersebut salah. Mudah2an kita senantiasa dibukakan taufiq dan hidayah dari Allah. Mari kita gunakan potensi akal yang telah dianugerahkan kepada kita, bukan menggunakan nafsu.

  5. wuussss…
    sdh lah ngpaen di perdebatkan..kn di atas sdh di tulis jelas2 ini tafsiran..namanya tafsiran..bs bener..klo pas kbtulan tp 99% psti salah.
    “kebenaran itu tdk perlu dibela, krna kebenaran akan membenarkan kebenaran itu sendiri”
    klo yg susah memahami..maaf IQ kalian dbwh rata2

    Jesus is the saviour

  6. Mukjizat Nabi Muhammad adalah Al-Qur’an dan sudah byk sekali kebenaran di Al-qur’an yg dibuktikan secara ilmiah. Apalagi yg harus dipungkiri hai manusia yg berakal. Maka tidak heran Surat pertama bermakna Bacalah!

  7. @karma kau : betul.. postingan diatas masih tafsiran.. msh perlu kajian.. tp ad baiknya cb kasih sumbang saran agar postingan diatas dpt dipelajari bersama2.. dan satu hal lg.. anda tahu jesus the saviour dr mana? Sedangkan injil baru ditulis oleh bukan murid yesus.. anda tahu injil barnabas ? Klo anda tahu.. bacalah itu.. dan anda akan benar2 mengerti ttg jesus the saviour.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.