Amalan yang Pahalanya Dituntun Tangannya sampai Surga

0

Surga yang dijanjikan oleh Allah Ta’ala bagi orang yang beriman, jalan-jalan untuk menggapainya telah disebutkan dalam banyak ayat dan hadits Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam.

Meskipun, amalan-amalan tersebut hanya bersifat sebagai perantara. Karena tak ada yang bisa membuat seorang hamba masuk ke dalam surga, kecuali hanya karena rahmat dari Allah Ta’ala.

Dalam melakukan amalan-amalan yang kelak mengantarkan seseorang menuju surga, seorang yang beriman harus teliti dan hanya berpedoman pada hadits yang jelas riwayatnya. Sebab amat banyak bertebaran hadits dengan bermacam janji pahala, namun kualitas hadits tersebut lemah, bahkan banyak yang palsu.

Suatu ketika, Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam menyebutkan beberapa amalan. Di antaranya adalah sedekah, ucapan yang baik, membantu orang yang lemah dan tidak menyakiti (sesama dengan perkataan atau perbuatan).

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam pun mengatakan, “Demi jiwaku yang berada dalam genggaman-Nya,” lanjut beliau dalam riwayat Ibnu Hibban ini, “tidaklah seorang hamba melakukan amalan dengan sifat yang disebutkan darinya hanya demi mengharap ridha Allah,” pungkas Nabi dalam riwayat shahih ini, “kecuali pada Hari Kiamat kelak, tangannya dituntun sampai masuk surga.”

Betapa mulianya amalan itu. Hingga pelakunya berhak mendapat kemuliaan dituntun di Hari Kiamat hingga masuk ke dalam surga. Sebuah keutamaan yang Allah Ta’ala berikan kepada hamba-hamba-Nya, padahal Dia tidak sedikit pun mendapatkan keuntungan apalagi kerugian dari amalan tersebut.

Itulah di antara bentuk Mahabaiknya Allah Ta’ala. Dia memerintahkan sebuah amalan melalui Nabi-Nya untuk dikerjakan oleh hamba-hamba-Nya. Kemudian Dia memberikan pahala yang amat banyak lantaran keikhlasan seorang hamba dalam mengerjakannya.

Bahkan, amat banyak bukti pahala ganda yang Allah Ta’ala kurniakan. Yaitu kemuliaan hidup di dunia dan kesejahteraan serta kebahagiaan abadi di surga-Nya bersama bidadari dan kenikmatan-kenikmatan lainnya.

Sebaliknya, bagi siapa yang enggan mematuhi perintah Allah Ta’ala dan mengingkari serta menentang perintah Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, baik karena bodoh (kafir), enggan menerima kebenaran (sesat), maupun munafik (pura-pura), bagi mereka telah menunggu siksa abadi di neraka jika ia tidak bertaubat sebelum ajal menjelang.

Semoga Allah Ta’ala kurniakan nikmat iman dan Islam ini hingga Izrail datang memanggil. Dengan iman dan Islam itulah, insya Allah, seorang hamba bisa menghadap Rabbnya dengan senyum sumringah. Aamiin. [Pirman]

Berita sebelumyaKiat Rasulullah Agar Manusia tidak Buang Sampah Sembarangan
Berita berikutnyaLakukan Amalan Ini Sehari, Anda akan Dijauhkan dari Neraka Sejauh 70 Musim