Amalan Sederhana, Tapi Lebih Disukai Sayyidina Ali bin Abi Thalib Daripada Bebaskan Budak

0
sumber gambar: wismatemputubontang

Sayyidina Ali bin Abi Thalib merupakan sepupu sekaligus sahabat utama Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Beliau merupakan orang yang pertama masuk Islam dari golongan anak-anak. Dalam perjalanan hidupnya, sayyidina Ali bin Abi Thalib terpilih sebagai salah satu menantu Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam setelah beliau menolak pinangan Abu Bakar ash-Shiddiq dan Umar bin Khaththab Radhiyallahu ‘anhuma kepada Fathimah binti Muhammad.

Ali bin Abi Thalib terkenal dengan keberanian dan kecerdasannya. ‘Kunci Ilmu’ disematkan kepadanya untuk ‘Gudang Ilmu’ yang diberikan kepada Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Maknanya, tiada satu pun ilmu yang berasal dari Nabi Shalllalahu ‘Alaihi wa Sallam kecuali diketahui tafsir dan pembahasannya oleh sayyidina Ali bin Abi Thalib Radhiyallahu ‘anhu.

Sebagai bukti atas keberaniannya, anak Abu Thalib ini terpilih sebagai sosok pengganti Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dalam peristiwa hijrah Nabi ke Madinah al-Munawwarah. Ia diperintah untuk tidur di tempat tidur nabi dengan mengenakan selimut manusia paling mulia ini. Bukan main-main, nyawa menjadi taruhannya.

Sayyidina Ali bin Abi Thalib juga terdepan dalam jihad. Beliau merupakan salah satu panglima yang digentari oleh lawan. Dalam banyak perang tanding melawan musuh-musuh Allah Ta’ala, suami Fathimah binti Muhammad ini sering kali memenangkan duel. Mengagumkan.

Saat terpilih menjadi Khalifah keempat menggantikan sayyidina Utsman bin Affan Radhiyalahu ‘anhu, kaum Muslimin tengah dilanda fitnah, ujian yang besar. Sampai akhirnya, sayyidina Ali bin Abi Thalib menghadap Allah Ta’ala sebagai syuhada lantaran tikaman musuh-Nya.

Sebagaimana sahabat-sahabat Nabi yang lain, ada begitu banyak kalimat bijak yang lahir dari sayyidina Ali bin Abi Thalib. Salah satunya adalah kalimat yang diriwayatkan oleh Imam al-Bukhari ini. Dalam taujihnya ini, ada satu amalan kecil yang lebih disukai oleh sayyidina Ali bin Abi Thalib daripada membebaskan seorang budak. Padahal, membebaskan budak merupakan salah satu amalan agung dalam Islam yang mulia, pahalanya banyak dan berlimpah.

“Mengumpulkan saudara-saudaraku atas satu atau dua piring hidangan untuk memakannya lebih aku sukai daripada pergi ke pasar, lalu memerdekakan hamba sahaya.”

Semoga Allah Ta’ala meridhai sayyidina Ali bin Abi Thalib. Aamiin.

Wallahu a’lam. [Pirman/Kisahikmah]

Berita sebelumyaPada Hari Kiamat, Inilah Orang yang Paling Jahat di Sisi Allah Ta’ala
Berita berikutnyaMasya Allah… Orang yang Menawarkan Salah Satu Istrinya untuk Sahabatnya