Amalkan Ini, Manusia Biasa Disetarakan dengan Nabi di Dalam al-Qur’an

0
6359
ilustrasi. sumber: alkamuntinji.blogspot.com

Laki-laki ini, sebagaimana disepakati oleh ulama, bukan merupakan seorang Nabi. Ia hanyalah manusia biasa. Disebutkan oleh Amr bin Qais, “Ia berkulit hitam, bibirnya tebal, dan kakinya besar.” Tidak ada bagian tubuh seperti tinggi badan atau kulit putih yang membuat ia terlihat penuh kesan bagi orang yang melihatnya.

Ia bukan pula berasal dari keturunan yang terhormat, berharta, atau memiliki jabatan yang tinggi. Bahkan, ia tercatat sebagai seorang penggembala di masanya. Tiada gengsi sedikit pun.

Namun, nama laki-laki ini abadi di dalam al-Qur’an. Ia dijuluki sebagai pemilik hikmah, ialah pemahaman, akal, dan perkataan yang benar. Majlisnya sesak oleh orang-orang yang haus akan nasihat kebaikan di masanya. Kini, saat ia telah lama meninggal dunia, namanya harum denga ajaran-ajaran hikmah yang dia sampaikan dan direkam dengan sangat baik di dalam al-Qur’an al-karim.

Lantas, apa rahasianya? Apa yang membuat laki-laki biasa ini begitu memesona? Apakah amalan yang dilakukan oleh laki-laki biasa ini hingga ada yang menganggapnya sebagai Nabi? Apakah sebenarnya amalan sang penggembala yang hitam kulitnya, tebal bibirnya, dan besar kakinya ini?

Dalam penuturan Amr bin Qais, saat laki-laki ini tengah dikerumuni oleh banyak orang di majlisnya, datanglah laki-laki tak dikenal. Dia langsung mendatangi laki-laki pemimpin majlis seraya bertanya, “Bukankah engkau orang yang pernah menggemabala domba bersamaku di tempat ini dan itu?”

Laki-laki penuh hikmah menjawab santai, “Benar.”

“Lantas,” uber laki-laki tak dikenal, “apa rahasianya hingga keadaanmu sedemikian rupa (dihormati dan didengarkan ucapannya)?”

“Benar dalam perkataan,” lanjut si laki-laki beberkan rahasia, “dan senantiasa diam terhadap sesuatu yang tidak bermanfaat.”

Disebutkan dalam riwayat lain oleh Imam Ibnu katsir yang mengutip keterangan Imam Ibnu Abi Hatim dari sahabat mulia Abu Darda’ Radhiyallahu ‘anhu, “Laki-laki pemilik hikmah ini merupakan sosok pendiam, sedikit berbicara, suka merenung, berpandangan tajam, tidak pernah tidur siang, tidak pernah terlihat oleh orang lain saat meludah, membuang dahak, buang air kecil dan besar, mandi, tidak menyia-nyiakan waktu, dan tidak pernah tertawa terbahak-bahak.”

Disebabkan semua amalan itulah, laki-laki yang tak lain bernama Luqman berjuluk al-Hakim ini mendapat keutamaan hingga namanya dibadikan dalam al-Qur’an al-Karim sebagai nama surat ke-31.

Wallahu a’lam. [Pirman/Kisahikmah]