Abang Pilih yang Mana, Surga atau Neraka?

1

Jika pertanyaan yang dilontarkan adalah, “Abang pilih yang mana, perawan atau janda?” Jawabannya bisa relatif. Tapi, saat pertanyaan yang disampaikan adalah, “Abang pilih mana, surga atau neraka?” Pasti jawabannya sangat jelas.

Sayangnya, kejelasan jawaban tidak diikuti dengan jelasnya sikap dalam kehidupan sehari-hari. Banyak yang mengaku memilih surga, tapi kelakuannya mirip ahli neraka. Sedangkan mereka yang memilih neraka, tak sadar bahwa dirinya berada dalam jurang yang amat berbahaya.

Untuk menguatkan pilihan Anda, mari cermati dialog Allah Ta’ala dengan penghuni surga dan neraka berikut ini:

Didatangkanlah seorang penghuni surga. Bertanyalah Allah Ta’ala, “Wahai Anak Adam, bagaimana engkau mendapatkan tempat tinggalmu?”

“Ya Rabbku,” jawab sang hamba, meski Allah Ta’ala Maha Mengetahui, “tempat tinggalku adalah tempat tinggal yang paling baik.”

Perintah Allah Ta’ala padanya, “Minta dan berharaplah.”

“Aku tidak memiliki permintaan apa pun,” lanjutnya menyampaikan, “kecuali bisa dikembalikan ke dunia lagi.” Tutur sang penghuni surga ini, “Agar aku bisa kembali berperang di jalan-Mu dan mati berkali-kali sebab mengetahui ganjaran yang Kau berikan.”

Setelahnya didatangkanlah tetangganya yang sengsara, penghuni neraka. Firman Allah Ta’ala padanya, “Wahai Anak Adam, bagaimana kamu mendapatkan tempat tinggalmu?” Sungguh, Allah Ta’ala Maha Mengetahui segala sesuatu.

“Tempat tinggal yang amat buruk, ya Rabbku,” jawabnya penuh kesedihan, gundah dan gulana.

“Apakah,” tanya Allah Ta’ala sebagaimana disebutkan dalam riwayat Imam Ahmad bin Hanbal dari Anas bin Malik ini, “kamu hendak menebus dari-Ku dengan emas sepenuh bumi?”

“Benar,” sambar si penghuni tempat penuh siksa itu.

Hardik Allah Ta’ala menafikan perkataannya, “Bohong!” Pasalnya, “Aku telah meminta kepadamu yang lebih sedikit dan mudah dari itu, lalu kamu tidak melakukannya.” Kemudian, “Orang itu pun dijebloskan ke dalam neraka.”

Yang dimaksud dengan “sesuatu yang lebih mudah dari itu” dalam firman Allah Ta’ala di atas adalah iman dan Islam. Allah Ta’ala telah memerintahkannya melalui Rasul-Nya, tapi mereka enggan bahkan mengingkarinya.

Mereka lebih memilih kekafiran hingga berakhir dalam neraka yang menyala siksanya. Semoga Allah Ta’ala melindungi kita dari siksa neraka Jahannam. Aamiin. [Pirman]

Berita sebelumyaTidak Berlakunya Emas Sepenuh Bumi
Berita berikutnyaSetelah Tahu Ayat Ini, Orang Terkaya di Madinah Langsung Infaqkan Kebun Kesayangannya

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.