8 Kiat Menuju Husnul Khatimah

0
ilustrasi shalat tapi maksiat @www.mukomukoshare.com

Kematian adalah kepastian. Semua yang hidup pasti mati. Namun, kematian sangatlah misterius. Selain waktu dan cara, kondisi kematian seseorang juga amat tak pasti. Akankah seseorang mati dalam keadaan yang baik (husnul khatimah) ataukah meninggalkan dunia dalam kondisi yang buruk (suul khatimah).

Maka di antara doa yang diajarkan oleh Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam adalah pinta agar diwafatkan dalam husnul khatimah dan dijauhkan dari suul khatimah.

Selain doa, ada kita-kiat yang bisa diupayakan guna menggapai husnul khatimah. Di antara kiat mendapatkan husnul khatimah ialah 8 langkah yang direkomendasikan oleh Dr ‘Umar ‘Abdul Kafi dalam al-Wa’dul Haq.

Tulus Terhadap Allah Ta’ala

Senantiasalah meluruskan niat dalam hidup. Ialah mengabdi kepada Allah Ta’ala. Menjadikan Dia sebagai satu-satu-Nya sesembahan dan tidak menjadikan sesuatu pun selain-Nya sebagai sekutu.

Lurusnya niat merupakan ajaran Nabi dan titik tekan pengajaran para ulama’. Ia harus murni. Tanpa campuran. Sebab sedikit pun kekotoran di dalamnya, ianya menjadikan sebuah amalan tertolak. Tidak mendapatkan apa-apa.

Sungguh, shalatku, ibadahku, hidupku, dan matiku hanya untuk Allah Ta’ala, Rabb semesta alam.

Perbarui Niat

Niat yang terletak di dalam hati senantiasa berubah. Ia dipengaruhi oleh banyak faktor hingga tidak tetap. Perbaruilah niat. Terus menerus. Sesering mungkin.

Jangan pernah lelah. Jangan pernah bosan.

Di antara kiat memperbarui niat ialah dengan menuliskan dan mengingat-ingat keburukan yang pernah dilakukan. Kemudian mereka menghisabnya pada malam hari, tatkala menuju tempat tidur.

“Hisablah diri kalian sebelum kalian dihisab,” demikian ini petuah Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam yang diriwayatkan oleh Imam at-Tirmidzi dari sahabat mulia ‘Umar bin Khaththab Radhiyallahu ‘anhu.

Terus Beramal dan Rendah Diri

Manusia memiliki kecenderungan berbuat salah. Bahkan teramat sering hingga sukar dihitung.

Tatkala merasa salah, bersikaplah rendah diri di hadapan Allah Ta’ala. Hinakan diri sehina-hinanya di hadapan Allah Ta’ala Yang Mahamulia. Hanya dengan merasa hina di hadapan-Nyalah seorang hamba akan dilimpahi kemuliaan.

Kemudian buktikanlah taubat dengan amal shalih. Teruslah beramal. Beramallah dengan sebaik-baik amalan. Jangan biarkan berlalu sedetik pun, kecuali ada amal shalih yang dikerjakan.

Senantiasalah berada dalam kondisi demikian hingga Allah Ta’ala menaqdirkan kematian bagi kita.

Baca kelanjutannya di 8 Kiat Menuju Husnul Khatimah (2)

Berita sebelumyaDilihat Nabi Saat Isra’ Mi’raj, Hal Ini Sudah Menjadi Nyata
Berita berikutnya8 Kiat Menuju Husnul Khatimah (2)