4 Amalan Pengubah Taqdir

0
orang buta
Orang buta (Dream.co.id)

Allah Ta’ala menetapkan taqdir untuk semesta alam, termasuk kepada umat manusia. Tidaklah terjadi sesuatu di alam semesta, kecuali atas Kuasa dan Kehendak Allah Ta’ala. Dialah Rabb Yang Maha Menaqdirkan.

Sebagai salah satu bentuk taqdir-Nya, Allah Ta’ala juga menetapkan amalan-amalan yang bisa mengubah taqdir atas Kuasa-Nya. Ialah 4 amalan pengubah taqdir sebagaimana disebutkan dalam al-Qur’an al-Karim dan hadits qudsi.

Allah Ta’ala menaqdirkan bahwa usaha seorang hamba merupakan amalan yang bisa mengubah taqdir-Nya. Ialah menjadikan seorang hamba sesuai dengan apa yang diusahakan untuknya.

Si miskin, misalnya, akan menjadi kaya jika dia berusaha sungguh-sungguh untuk belajar, lantas bekerja keras, cerdas, tuntas, dan ikhlas. Pun dengan si bodoh yang akan menjadi pandai jika sungguh-sungguh dalam mencari ilmu, mengulang pelajaran, dan memperhatikan petunjuk guru.

Hal ini sebagaimana dijelaskan oleh Allah Ta’ala,

“Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.” (Qs. ar-Ra’du [13]: 11)

Amalan kedua sebagaimana disebutkan oleh Allah Ta’ala dalam sebuah hadits qudsi. Ialah doa yang dipanjatkan dengan keyakinan sepenuh hati. Doa yang menembus ‘Arsy hingga Allah Ta’ala menaqdirkan keterkabulan atas apa yang diminta oleh sang hamba.

Sama dengan amalan kedua, amalan ketiga yang ditaqdirkan mampu mengubah taqdir adalah prasangka baik. Ketika seorang hamba berprasangka dirinya lemah sedangkan Allah Ta’ala Mahakuat, maka Dia akan memberikan yang terbaik kepada seorang hamba sesuai dengan kadarnya dalam merendahkan diri di hadapan Zat Yang Mahamulia.

Sedangkan amalan yang terakhir adalah tawakkal. Ialah pasrah sepenuh hati setelah melakukan usaha yang maksimal. Menyadari sepenuh hati, bahwa dirinya lemah dan hanya Allah Ta’ala Yang Mahakuasa untuk mengabulkan atau menggagalkan sesuatu.

Tawakkal ini sebagaimana disebutkan dalam surat ath-Thalaq [65] ayat 3, “Barangsiapa bertawakkal kepada Allah, maka Dia akan mencukupi semua kebutuhannya.”

Tawakkal bukan apatis. Tawakkal terbaik adalah dengan memperhatikan semua ikhtiar untuk mewujudkan apa yang diinginkan. Tawakkal adalah wilayah keyakinan tanpa mengabaikan usaha.

Wallahu a’lam. [Pirman/Kisahikmah]

Berita sebelumyaSyubhat Pemahaman Berbahaya dari Ustadz Artis
Berita berikutnyaWasiat Nenek KH Muhammad Arifin Ilham yang Selalu Beliau Amalkan